Burger Tahu dan Tempe Ala Mahasiswa Darmajaya

HARIANFOKUS.COM– Selintas tidak terlihat berbeda penampakan burger yang dijajaki mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya dengan burger pada umumnya. Namun jika lebih diperhatikan, ternyata patty pada burger buatan mereka ini tidak terbuat dari daging melainkan tahu dan tempe.

Kecerdasan mengkreasikan tahu dan tempe serta kejelian menangkap peluang bisnis membuat 5 mahasiswa IBI Darmajaya berani membangun usaha kuliner yang diberi nama Healty Burger. Usaha yang dirintis Attya Rahmanisa, Meilandari Novani, Bangkit Puji Kerisetianto dari jurusan Akuntansi semester III, dan Ahmad Yusuf Saifudin dari jurusan Teknik Informatika semester V ini turut meramaikan bazaar technopreneurship di kampus setempat beberapa waktu lalu.

Salah satu pengelola Healty Burger, Attya Rahmanisa menerangkan, patty dibuat dengan cara tahu atau tempe yang telah dikukus, dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung, bumbu, dan telur.

“Kemudian adonan dibentuk bulat pipih dan digoreng. Patty tahu tempe yang sudah matang diselipkan pada roti burger yang telah dipanggang dilengkapi dengan irisan timun, tomat, daun selada, saus tomat, dan mayonnaise,” ujarnya, Senin (4/1).

Healty Burger memiliki 3 varian rasa yakni cheese burger seharga Rp 8 ribu, black pepper sauce burger Rp 8 ribu 500, dan cheese burger with black papper sauce seharga Rp 10 ribu. Harga yang cukup terjangkau, jadi tak heran dagangan mereka begitu cepat ludes diserbu pembeli. Bahkan 50 porsi laku terjual setiap harinya, dan meraup omset hingga jutaan rupiah per bulan.

Mahasiswi semester III jurusan Akuntansi ini melanjutkan, ide usaha ini berawal dari kegemaran anggota mengonsumsi tahu dan tempe. Selain rasanya yang lezat, harganya yang ekonomis, tahu tempe juga mengandung banyak komponen gizi yang baik bagi kesehatan.

“Kami ingin inovasi burger tahu tempe ini dapat menjadikan tahu tempe sebagai makanan tradisional yang lebih digemari masyarakat dengan dikemas secara modern. Selain itu burger tahu tempe ini juga rendah kolesterol dibanding burger daging, dan memiliki harga yang lebih ekonomis,” jelasnya.

Attya menerangkan, sebagai mahasiswa IBI Darmajaya yang berbekal ilmu teknologi dan bisnis, mereka juga mengembangkan usahanya dengan pemanfaatan teknologi informasi melalui Instagram: @healty.yummy, blog:fastfoodyusuf.blogspot.com, dan blackbaerry messenger: 5AC78E48.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset, Envermy Vem, MSc mengatakan, IBI Darmajaya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen melahirkan lulusan yang berdaya saing global dan memiliki jiwa technopreneurship.

“Keseriusan ini dilakukan IBI Darmajaya dengan menjadi technopreneurship sebagai salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum, menyelenggarakan bazaar, pelatihan, dan seminar yang menghadirkan pemateri tingkat nasional, bahkan mendatangkan trainer dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) – Centre for Entrepreneurship and SMEs Development (CESMED),” paparnya.

Diungkapnya, konsep kewirausahaan diusung IBI Darmajaya berbasis IPTEK atau technopreneurship, yakni sebuah konsep bisnis yang diiringi dengan pengembangan teknologi informasi. Technopreneurship menuntut seorang entrepreneur memahami IT begitu juga sebaliknya seorang engineer juga dituntut untuk memiliki jiwa wirausaha.

“Melalui bazar technopreneurship, mahasiswa dapat melatih keterampilan dan jiwa berwirausaha dengan langsung berhadapan dengan calon konsumen. Semoga IBI Darmajaya dapat menumbuhkembangkan jiwa berwirausaha di kehidupan kampus agar muncul wirausahawan muda berpendidikan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain, bukan mencari pekerjaan,” pungkasnya.(*)

 

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *