12 views

Copot dan Pidanakan Reihana

HARIANFOKUS.COM- Ratusan massa yang berasal dari Ormas Elit Inti Rakyat (PETIR) Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Tanjung Karang, Kamis (7/1). Massa meminta Gubernur Lampung M. Ridho Ficardho dan  penegak hukum untuk mencopot serta memenjarakan dr. Reihana, M. Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) Provinsi Lampung.

 

Menurut Biro Hukum DPP PETIR yang juga sebagai korlap aksi, Ansori, mengatakan, Reihana diduga kuat telah melakukan tindakan korupsi dana alat kesehatan (alkes) Diskes senilai Rp 15, 5 miliar pada tahun anggaran 2012.

“Penegak hukum harus sigap melihat persoalan ini, kami meminta agar Reihana dipenjarakan karena telah korup dana alkes. Dan Gubernur Lampung untuk menggantinya segera,” serunya.

 

Dia mengatakan, di Provinsi Lampung ada beberapa persoalan tindak pidana korupsi yang sedang disidangkan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Tanjung Karang. Meningkat jumlah perkara mengisyaratkan bahwa pemerintah gagal mengemban amanah rakyat dalam konteks menekan peningkatan arus deras korupsi.

 

Dalam proses pengungkapan kasus ini, diduga aparat penegak hukum belum maksimal memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Bahkan, dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana disebut beberapa kali,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, menjadi sangat penting bagi kita semua agar mendorong yang bersangkutan untuk dapat dijadikan tersangka dan bertanggungjawab secara hukum.

“Karena yang bersangkutan pernah menandatangani Surat Keputusan Nomor: 800/2627/III.03.3/VI/2012 tertanggal 21 Juni 2012 tentang Penetapan Alokasi Peralatan Kesehatan, Puskesmas Keliling dan Rumah Sakit Keliling bagi Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2012,” katanya.

“Jadi sudah sudah saatnya Kepala Dinas Kesehatan Reihana dicopot dari jabatannya, dan diantar ke hadapan Pengadilan TIPIKOR Tanjung Karang,” terangnya.

Dalam observasi dan investigasi DPP PETIR Lampung, Reihana begitu lama bertengger sebagai nakhoda kesehatan, yaitu sejak zaman Gubenur Sjahcroedin ZP. Dengan demikian sudah cukup lama beliau di tempatkan dikawah candra dimuka (Kadiskes), sehingga tak mampu mengelakkan pusaran korupsi.

Seharusnya, masih kata Ansori, Gubernur Lampung memahami pentingnya penyegaran di dinas/instansi, karena jika terlalu lama menduduki jabatan maka seseorang akan kehilangan kesempatan untuk aktualisasi diri di tempat lain. Selain itu, diduga cenderung koruptif karena sudah mempelajari dan sangat paham betul terkait proses mengakali anggaran di dinas/instansi tersebut.

 

Dibeberkan dia juga, Ormas PETIR berkonsentrasi untuk memantau 3 (tiga) instansi yang berperan penting dalam menunjang keberlangsungan hidup masyarakat. Ketiga instansi itu adalah Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dinas PU Bina Marga Provinsi Lampung, dan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Terhadap persoalan korupsi di 3 (tiga) dinas ini akan selalu kami laporkan, pantau proses penegakan hukumnya dan mendukung penuh aparat penegak hukum,” tandasnya. (ist/win)

 

Bagikan berita ini:

Satu tanggapan untuk “Copot dan Pidanakan Reihana

  • 21 April 2016 pada 03:19
    Permalink

    Ooooo pantas banyak duitnya ya kemarin ibu reihana tersebut pengukuhan doktor di unand padang dan membawa lebih kurang 100 org koleganya naik pesawat, kalau dihitung biaya makan dan transportasinya serta penginapan di padang itu 100 orang bisa mencapai 500 jt lo pak admin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *