3 views

Alumni SMAN 14 Balam Mayoritas Kuliah di PTN

HARIANFOKUS.COM –Alumni SMAN 14 Bandarlampung mayoritas kuliah di PTN (perguruan tinggi negeri) . Dari data di sekolah jumlah lulusan tahun 2015 lalu sebanyak 223 orang dan yang diterima di PTN sebanyak 60 %.

Menurut Priyo Satmono,S.Pd, wakasek  bidang kurikulum siswa yang diterima di PTN ternama yakni, Institut Pertanian Bogor,Universitas Brawijaya, dan yang terbanyak di Universitas Lampung.

“Alumni kami Alhamdulillah sekitar  60% diterima di PTN ternama. Jumlah tersebut mungkin bisa lebih karena masih banyak yang tidak melapor ke sekolah,”katanya kepada harianfokus.com, di ruang kerjanya, Kamis (7/1).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kesuksesan tersebut adalah output dari kerja keras tim pengajar dan strategi yang dijalankan oleh sekolah  untuk terus memotivasi siswa.

“Siswa kami disini mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, sedikit yang bisa ikut bimbel di luar, tapi sekali lagi saya mengucap syukur Alhamdulillah, karena kita memang mempunyai tim pengajar yang solid dan kompeten sehingga cukup dengan bimbel di sekolah siswa kita bisa kita maksimalkan kemampuannya,”jelasnya.

Berkaitan itu, pihaknya melakukan berbagai cara, antara lain menilai siswa dengan   raport bayangan sehingga wali murid bisa mengetahui perkembangan pelajaran  anak-anaknya.

“Kita juga sangat membutuhkan bantuan dari orangtua murid, sehingga kita adakan raport bayangan,yakni kumpulan nilai-nilai siswa mulai dari uji blok,tugas hingga nilai ujian tengah semester ,” ungkapnya.

Sementara itu  Jonathan Eko,S.Pd, tim pengembangan  kurikulum SMAN 14 Bandarlampung  mengatakan,

saat ini sekolahnya sedang mengembangkan program bimbingan Bahasa Inggris di Kampung Inggris  Kabupaten Kediri, Jawa Tengah.

“Saat ini sekolah kami sedang mengembangkan program bimbingan Bahasa Inggris di Kampung Inggris, Kediri Jawa Tengah supaya mereka lebih terampil dan paham tentang penggunaan bahasa internasional,”jelasnya.

Dengan adanya program tersebut, dia berharap agar siswa  disana bisa memanfaatkan pembelajaran dan latihan semaksimal mungkin, sehingga ketika kembali ke sekolah mereka lebih menguasai bahasa inggris.

“Rata-rata siswa kita yang sudah kita kirim kesana, kepandaian Bahasa Inggrisnya meningkat sangat pesat, bahkan untuk berdialog dengan guru Bahasa Inggris tidak canggung lagi,”tutupnya.   (adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *