Pemkab Tanggamus Tunggu HET Elpiji 3 Kg

HARIANFOKUS.COM- Pemerintahan Kabupaten Tanggamus hingga kini belum memutuskan harga eceran tertinggi (HET) untuk elpiji 3 kg. Menurut Kasi Monitoring dan Evaluasi Adi Nugroho mewakili Kabag Ekobang Retno Noviana, penentuan HET sendiri berdasarkan keputusan Gubernur Lampung yang kemudian dikuatkan dengan keputusan Bupati Tanggamus. “Sampai saat ini belum ada keputusan penetapan HET elpiji 3 kg, kami juga masih menunggu kapan keputusan itu keluar,” kata dia, Minggu (10/1).

Dalam hal ini, dia mengaku tidak berani memprediksi, apakah HET epiji 3 kg akan naik atau tidak. Dasar tersebut biasanya keluar dari tingkat kementerian dan diputuskan penyesuaiannya oleh Pemprov Lampung sampai ke kabupaten. Pada 2015 HET di titik stasiun pengisian bahan bakar sebesar Rp 16.500/ tabung yangpada tahun sebelumnya hanya Rp 14.960/ tabung.

“Berdasarkan informasi dari pusat, baik itu wacana atau pun keputusan sampai saat ini belum ada perubahan untuk harga dasar. Apakah itu dipertahankan atau tidak, kami juga belum tahu,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam penentuan HET, selain harga dasar di tingkat SPBE, ada juga ongkos distribusi. Dan sejak tahun lalu PT Pertamina tidak lagi menanggung ongkos distribusi untuk distribusi lebih dari radius 60 km dari agen. Maka di luar radius itu yang menanggungnya adalah konsumen. Untuk Tanggamus sendiri, SPBE yang melayaninya yaitu PT Sinar Samudra, Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu.
“Maka agen-agen di Tanggamus yang masih beradius 60 km dari lokasi itu bebas ongkos angkutnya. Sedangkan agen yang radiusnya lebih dari 60 km, harus menanggung ongkos angkut,” ungkapnya.

Dan untuk penyatuan patokan ongkos distribusi sendiri dikeluarkan keputusan oleh Bupati Tanggamus. Lantas dikaitkan dengan kondisi saat ini yang terjadi penurunan BBM bisa dimungkinkan ongkos angkut turun sehingga HET juga bisa lebih rendah, sebab untuk premium jadi Rp 9.950/ liter dan solar jadi Rp 5.650/ liter

“Berkaitan dengan itu juga kami belum tahu, apakah nanti kalau ada penyesuian HET juga dilihat dari turunnya BBM atau tidak. Dalam hal ini penentuan distribusi memang dari bupati, namun harus ada dasarnya dulu dari keputusan gubernur berupa HET dasar di SPBE. Kalau dari gubernur sudah ada tinggal keputusan bupati untuk tentukan HET yang tentunya disesuaikan dengan penuruhan harga BBM sekarang ini,” tandasnya. (odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *