48 views

Pemerintah Daerah “Ogah” Perhatikan Bisnis Burung

HARIANFOKUS.COM – Tren dan hobi peliharaan burung memang tak pernah surut dalam beberapa bulan terakhir ini, beberapa jenis burung sedang menjadi primadona masyarakat. Banyak beberapa kalangan menilai berbisnis jual beli burung adalah hal yang menjanjikan, tetapi tidak untuk Waruju, salah satu pemilik kios burung yang mengaku berbisnis burung sulit diandalkan sebagai mata pencarian. Hingga kini, pemerintah daerah belum melirik pengembangan bisnis burung.

Waruju yang sejak 20 tahun lalu menekuni bisnis jual beli burung di kawasan JL. Ki Maja, Way Halim, Bandarlampung ini memaparkan bahwa dirinya prihatin terhadap pangsa pasar burung belakangan ini “Sekarang prospek lagi buruk dan nggak bisa diandelin jadi mata pencarian lagi. Kalau bisa nggak usah bisnis burung, ini aja saya bertahan karena udah terlanjur nyemplung,” paparnya, Senin (11/1/2016).

Waruju yang mengatakan terlanjur menekuni profesi sebagai pedagang burung ini tentunya memiliki alasan berpendapat demikian, selain terkendala factor musiman dirinya mengaku kendala stok burung yang tidak stabil “ Kendalanya itu selain musiman, burung juga rentan mati. Burung makin langka dan peternak juga udah jarang yang sanggup penuhi permintaan,” katanya.

Tak jarang kios Waruju yang menyediakan berbagai jenis burung serta pakan burung ini menurunkan harga burung yang dijual “Jenis burung yang saya jual bergam kaya Pleci, Cak jenggot, Kacer, Murai, Love bird sampai Perkutut, harganya paling mahal Rp. 500 Ribu seperti kacer dan murai. Love bird aja saya Cuma jual Rp. 250 Ribu, Kenari 100 Ribu, makanan burung Rp. 8000 sampe Rp. 10.000,” katanya.

Selanjutnya Waruju menuturkan keresahan pangsa pasar burung kedepannya “ Contohnya kacer dan murai aja udah langka sekarang ini, apalagi jaman yang akan datang. Saya ini agak mendingan karena tempat sendiri, coba kalau kios ini saya ngontrak, ya gak masuk itungannya, makanya anak saya aja gak saya bolehin nerusin usaha ini, sudah suram prospeknya,” ujar Waruju. (sdm)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *