0 views

Disdikbud Lampung Tegaskan PAUD dan TK Bebas Buku Bekonten Radikalisme

HARIANFOKUS.COM- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung memastikan buku yang berkonten radikalisme tidak menyebar di pendidikan anak usia dini (PAUD) dan TK di seluruh Lampung. Pasalnya, Disdikbud telah melakukan penyeleksian dengan selektif terhadap buku-buku yang akan didistribusikan ke PAUD dan TK.

Kepala Bidang PAUD Nonformal dan Informal (PAUDNI) Disdikbud Lampung Yanti Yunidiati mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan adanya buku yang berkonten radikalisme.

“Sebenarnya penyebaran dan aturan bahan bacaan itu merupakan kewenangan masing-masing Disdik kabupaten/kota. Tapi, saya yakin Lampung ini aman tidak ada buku yang berkonten radikalisme,” kata dia, Selasa (26/1).

Namun jika memang ada toko buku yang menjual buku berkonten radikalisme, maka dia memastikan pihaknya akan tegas menarik buku tersebut untuk dimusnahkan dari tempat jualan tersebut.

“Kalau memang ada pasti akan kami tarik dan dimusnahkan,” ujarnya.

Terpisah, Manager Toko Buku Fajar Agung, Gede P. Suharto menjelaskan, ketersediaan buku untuk anak usia sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK sangat selektif. Pihaknya juga hanya membolehkan sejumlah penerbit yang sudah terdaftar dalam IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) yang siap dicek dari sampul sampai isi buku yang ditawarkan.

’’Kami jamin dari 100 lebih item buku anak-anak yang ada, tidak ada yang mengandung unsur radikalisme. Sebab, prosesnya panjang sekali, mulai dari penerbit mengusulkan cover/judul sampai isi kita telusuri lagi. Ini kan buku untuk anak-anak yang kami tekankan lebih kepada yang bersifat menghibur dan mendidik seperti dongeng, cerita dan lain-lain,’’ imbuhnya.

Diketahui Kemendikbud mengimbau dan melarang penerbitan, pendistribusian, dan pembelajaran PAUD dengan menggunakan bahan ajar yang mengandung usur kekerasan.

Ini merujuk pada Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, tentang pencegahan dan penanggulangan tindakan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan panduan singkat bagi para guru dan orang tua dalam membicarakan kejahatan terorisme dengan siswa dan anak-anak.

’’Anak usia dini merupakan masa yang tepat untuk pembentukan karakter dan budi pekerti. Karenanya, semua informasi yang diterima melalui tayangan maupun tulisan seharusnya bebas dari unsur kekerasan, paham kebencian, SARA, dan pornografi,’’ ungkap‎ Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar dalam surat Nomor 109/C.C2/DU/2016 tentang Pelarangan Bahan Ajar PAUD Mengandung Unsur Kekerasan.

Salah satu buku yang tidak diperkenankan digunakan sebagai bahan ajar seperti yang dilaporkan masyarakat yaitu Buku Anak Islam Suka Membaca, karangan Nurani Musta’in, terbitan Pustaka Amanah, Solo Jawa Tengah, cetakan tahun 2013, dimana kata dan kalimat yang digunakan dalam buku tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak tentang unsur kekerasan.‎ (adi)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *