Berantas Buta Aksara, Lapas Rajabasa Sekolahkan Warga Binaannya

HARIANFOKUS.COM- Buta aksara atau buta huruf merupakan masalah mendasar yang membuat masyarakat hidup dalam kemiskinan. Memberantas buta aksara bukanlah tugas instansi atau lembaga terkait saja, seperti Kemdikbud. Namun, menjadi pekerjaan rumah seluruh lembaga yang ada di bangsa ini.

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Rajabasa misalnya. Lembaga ini mengaku memiliki andil untuk mendidik warga binaannya untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satunya, menyekolahkan warga binaannya.

Gustin Anggraeni selaku pengawas lapangan Lapas Kelas I A Rajabasa mengatakan, pihaknya membuka sekolah paket warga binaan, yang terdiri dari paket A, B, dan paket C.

“Sepanjang tahun 2015 kemarin terhitung sekitar 87 warga binaan yang mengikuti sekolah paket,” kata dia, Rabu (27/1).

Sekolah paket ini sambung dia, merupakan salah satu program untuk membantu pemerintah mengentas buta aksara, yakni wajib belajar 12 tahun.

“Sekolah paket ini, kita adakan demi menjalankan program pemerintah dalam pengentasan buta huruf, dan memberikan hak untuk dapat mengenyam pendidikan bagi warga binaan sekalipun,” ujarnya.

Sedangkan untuk tenaga pengajar atau guru, pihaknya bekerjasama dengan disdik untuk mengirim tenaga pengajar.

“Untuk gurunya sendri kita minta dari disdik sekitar sepuluh orang,” tegasnya.

Diketahui, 87 warga binaan yang mengikuti sekolah paket itu terbagi dalam tiga kelas yakni, paket A=38 orang, B=22 orang, dan C= 27 orang.

“Sekarang hanya tinggal 63 orang lagi warga binaan yang masih mengikuti sekolah paket ditahun ini,” tandasnya.(adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *