30 views

Hanan A Rozak-Heri Wardoyo Beberkan 8 Program Unggulan Menuju Tuba Bermartabat dan Sejahtera

Pada hakekatnya ide otonomi daerah adalah peluang membangun ekonomi negara melalui pemanfaatan potensi lokal (regional opportunity). Dalam pelaksanaan otonomi daerahnya, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang melakukan optimalisasi kinerja perekonomian daerah dengan memperkuat daya saing dan infrastruktur wilayah, untuk mencapai visi yang telah ditetapkan dan menuju Tulang Bawang bermartabat dan sejahtera.

Menurut Bupati Tuba Hanan A Rozak, dalam pelaksanaannya, diharapkan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga dari partisipasi seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.

“Program unggulan ini kami tujukan agar Tuba menjadi daerah yang bermertabat dan sejahtera,” kata Hanan kepada harianfokus.com, Kamis (4/2).

Strategi optimalisasi dijabarkan melalui program unggulan dan prioritas sambung Hanan. Selama 3 tahun kepemimpinan Handoyo ( Hanan A. Rozak dan Heri Wardoyo) program unggulan dan prioritas yang dilaksanakan diantaranya:

Pertama, Pembangunan Bidang Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur perkampungan melalui program unggulan yaitu Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK). Dana yang dialokasikan ke kampung/kelurahan guna mensukseskan program GSMK selama 3 tahun ini mencapai ± 93,6 Milyar, rata-rata setiap kampung/kelurahan diberikan dana stimulan tetap sebesar      ± 200 juta per tahun dan mulai tahun 2014 ditambah reward 100 juta yang diberikan bagi 3 kampung berprestasi di setiap Kecamatan dengan total 1,5 milyar, jumlah swadaya masyarakat yang terkumpul diperkirakan mencapai 22,4 milyar dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak ± 547.187 HOK serta meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar ± 29,71 milyar. Adapun hasilnya antara lain Pembangunan Jalan Onderlaagh/Telford, Jalan Rabat Beton, Jalan Lapen, Timbunan Tanah Jalan dan Pemadatan, Jembatan, Gorong-gorong, Drainase, Talud dll. Selain melalui GSMK, pembangunan infrastruktur juga dilakukan oleh SKPD terkait, antara lain Revitalisasi kawasan ibu kota Menggala (Revitalisasi jalan-jalan ibu kota, tugu, taman RTH, lampu penerangan), menginisiasi pembangunan dua jalur jalan nasional Lintas Timur Sumatera ruas jalan Astra Ksetra – Cakat sepanjang 28 Km, mengembangkan jalan alternative (jalan tembus) PKOR – Bawang Latak yang menghubungkan jalan nasional Lintas Timur dan Lintas Pantai Timur Sumatera, revitalisasi infrastruktur kawasan Kota Terpadu Mandiri di Rawa Pitu dan kawasan strategis lainnya, pembangunan dan peningkatan serta pemeliharaan prasarana jalan dan jembatan, pembangunan sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman (drainase air bersih, sanitasi lingkungan dan revitalisasi PDAM), pengelolaan sumberdaya irigasi, normalisasi saluran, pembangunan tanggul penangkis, peningkatan dan pengembangan sarana perhubungan, fasilitasi pengembangan sarana telekomunikasi dan kelistrikan.

Kedua,Pembangunan Bidang Pendidikan

Meningkatkan jumlah dan kualitas infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan (rkb, usb, kantor sekolah, dan fasilitas sekolah lainnya), pemberian perlengkapan sekolah bagi siswa baru, peningkatan bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu, peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik, penghargaan pada siswa dan guru berprestasi, peningkatan kualitas proses belajar dan mengajar, pengembangan sekolah-sekolah unggulan pengembangan sekolah kejuruan, fasilitasi pendirian pendidikan tinggi, pembinaan pendidikan ekstrakuriler dan kepramukaan, memfasilitasi pembangunan sarana olahraga di masing-masing kecamatan/kampung.

Ketiga, Pembangunan Bidang Kesehatan

Peningkatan kemampuan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap pada wilayah-wilayah simpul atau pusat pertumbuhan, fasilitasi pengembangan rsud menggala yang mampu memberikan pelayanan optimal pada masyarakat, bantuan biaya kesehatan kepada keluarga miskin, revitalisasi posyandu dan pemberian insentif kader posyandu, peningkatan jumlah dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, pembinaan perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit menular, pemanfaatan obat-obatan alami, peningkatan pembinaan keluarga berencana dan program kesejahteraan keluarga (pkk)

Keempat, Bidang Pertanian Dan Ketahanan Pangan

Pengembangan dan revitalisasi kawasan sentra komoditas unggulan pertanian untuk memenuhi skala ekonomi, pengembangan sentra komoditas unggulan spesifik lokasi (kelapa kopyor, tanaman buah naga), revitalisasi sistem resi gudang (srg) dan industri pengolahan beras (RMP) di Rawa Pitu, peningkatan pembinaan intensifikasi dan bantuan sarana dan prasarana agribisnis,fasilitasi stabilisasi harga komoditas dan sarana produksi, peningkatan kemampuan budidaya, peningkatan ketersediaan sarana pengolahan dan pemasaran hasil, peningkatan bantuan permodalan, perkuatan kelembagaan penyuluh dan petani serta penguatan sistem ketahanan pangan daerah (melalui penguatan sistem ketersediaan, distribusi, diversifikasi, dan keamanan pangan).

 Kelima, Bidang Ekonomi Kerakyatan Dan Dunia Usaha

Revitalisasi pasar unit ii, pasar daerah dan pasar kampung/pasar tradisional, bantuan peningkatan teknologi dan fasilitasi permodalan usaha, peningkatan ketrampilan manajemen dan perluasan pasar produk koperasi dan UKM, fasilitasi kemitraan IK/IRT dengan industri menengah/besar, pembinaan teknologi packaging dan labelling, pembinaan dan pengembangan jiwa kewirausahaan dan kemitraan, serta pembinaan dan penguatan kelembagaan koperasi dan ukm, pemetaan potensi dan pengembangan sistem informasi investasi daerah, temu investasi daerah dan optimalisasi perizinan dan iklim kondusif bagi dunia usaha.

Keenam, Pembinaan Keagamaan , Sosial Budaya , Dan Pemberdayaan Masyarakat

Meningkatkan apresiasi kepada lembaga, serta tokoh agama dan adat dengan memberikan insentif guru ngaji, bantuan perjalanan umroh, perjalanan suci ke Yerusalem dan India, fasilitasi keberangkatan jemaah haji dan peningkatan bantuan sarana dan prasarana peribadatan (masjid, musholla, gereja, pura); pelaksanaan MTQ kecamatan, kabupaten, dan propinsi; pembinaan kerukunan hidup beragama melalui penguatan FKUB, pembinaan dan sosialisasi bahaya narkoba dan napza, peningkatan pelestarian seni budaya daerah (pembinaan sanggar seni, festival megow pak, dan festival budaya lainnya], bantuan bencana alam, penguatan nilai dan wawasan kebangsaan, peningkatan pembinaan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), dan peningkatan kualitas ketenagakerjaan.

Ketujuh, Reformasi Dan Tata Kelola Pemerintahan

Peningkatan kualitas SDM aparatur (diklat, penengakan disiplin, penghargaan), penataan kelembagaan dan pembinaan karier PNS, meningkatkan kualitas administrasi Pemda, peningkatan sarana dan prasarana perkantoran (khususnya untuk kecamatan dan kelurahan), peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, pembinaan kualitas aparatur dan kelembagaan pemerintahan kampung, pembinaan dan pemberdayaan perempuan, peningkatan pengelolaan keuangan daerah dan asset, peningkatan koordinasi pengelolaan pendapatan asli daerah, peningkatan kualitas perencanaan dan pelaporan kinerja, pembinaan dan peningkatan kualitas pengawasan.

Kedelapan, Pengelolaan Sda Dan Pelestarian Lingkungan

Peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya pariwisata, peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya pertambangan, penguatan pengelolaan aspek lingkungan hidup; pembinaan adipura, pengelolaan persampahan berbasis masyarakat, penyediaan ruang terbuka hijau perkotaan, pemantauan pengelolaan limbah, pembinaan kalpataru, kemitraan lingkungan hidup, pembinaan dan pengendalian tata ruang serta pembinaan pengelolaan Daerah Aliran Sungai. (saidi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *