Ribuan Guru Tuntut Menjadi PNS

HARIANFOKUS.COMRibuan guru kategori dua (K2) di Lampung akan geruduk istana negara Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo. Mereka  menuntut diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Wayan Satria Jaya saat ditemui wartawan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung,  Selasa (9/2) mengatakan, seribuan guru K2 itu rencananya melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pengangkatan status menjadi PNS.

Keberangkatan seribuan guru ini dilakukan, Selasa (9/2)  pada pukul 15.00 WIB berkumpul di Islamic Center.  Selain guru Lampung keberangkatan juga akan bersamaaan dengan guru dari Jambi dan Sumatera Selatan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, PGRI dalam aksi ini hanya sebagai pendamping guru untuk menyampaikan aspirasi mereka (guru) untuk menjadi PNS.

Salah seorang guru SMPN 1 Kasui , Agusyati meminta pemerintah pusat mengangkatnya menjadi PNS. Pasalnya, dia sudah mengajar sejak 2000.

“Saya menilai ini ada yang salah dan pastinya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) juga plin-plan dalam pengangkatan PNS tahun ini. Sarusnya segera mengangkat saya menjadi PNS,” kata Agusyati yang ditemui harianfokus.com di Islamic Center .

Lanjutnya, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah ada pengangkatan PNS,  namun hingga kini belum juga diangkat menjadi PNS.

Karena itu dia berharap status yang jelas dari pemerintah, dan jangan sampai capek mengajar saja tapi status digantungkan.

Sementara itu 18 guru honorer K2 asal Lampung Utara  berangkat menuju Jakarta , Selasa (9/2) malam . Mereka ikut aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar Rabu (10/2).

Menurut Denti koordinator guru honorer K2 asal Lampura, tujuan mereka ke Jakarta bersama dengan para guru honorer K2 se – Indonesia untuk menuntut presiden Joko Widodo yang membatalkan pengangkatan mereka menjadi CPNS.

“Bagi kami menjadi CPNS adalah harga mati. Karena, sebelumnya telah dilakukan pengangkatan CPNSD melalui jalur honorer K2,”  kata  Denti Selasa (9/2).

Guru honorer di SMAN 1 Abung Barat ini menegaskan, jika pihaknya belum mengetahui kapan waktu mereka pulang. Karena menunggu kebijakan pemerintah pasca dilakukan aksi besar-besaran berskala nasional itu.

“Rencananya besok kita akan gabung dengan honorer K2 dari seluruh indonesia. Jumlahnya sekitar 50 ribu orang. CPNS bagi kami harga mati,” tegasnya. (adi)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *