7 views

Setelah PU Pesibar Kepergok Bagi-Bagi Proyek Di Dunkin Donuts

Harianfokus.com,– Berdasar Perpres No 1 Tahun 2015, Tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, merujuk Peraturan presiden tersebut sepertinya yang membuat jasa tender proyek sudah mulai (harus) berjalan untuk menghindari keterlambatan waktu pengerjaan. Hal ini (juga) yang membuat PU Kab. Pesisir Barat (Pesibar) melakukan verifikasi berkas seperti ‘jemput bola’ dan ajang pertemuan ini terkait dengan pengondisian sejumlah proyek PU (bagi-bagi kue) antara panitia lelang Dinas PU Pesisir Barat dan penyedia jasa (Rekanan), di lantai II Dunkin Donuts, Jalan ZA Pagar Alam, bandarlampung, Senin (1/2/16) Sekitar pukul 12.00 wib.

Pada saat wartawan Harianfokus menghampiri, beberapa orang terlihat kebingungan, setelah dimintai konfirmasi terkait pertemuan tersebut, panitia lelang membenarkan jika ada pertemuan dengan rekanan terkait dengan pembuktian berkas lelang proyek Dinas PU Pesibar.

“Kami panitia lelang proyek Kabupaten Pesisir Barat ini sedang melakukan pembuktian berkas,” ujar ketua panitia yang belakangan diketahui berinisial H.

Setelah dimintai konfirmasi, panitia lelang menjabarkan jika pertemuan benar dihadiri pihak panitia lelang dan beberapa rekanan terkait dengan pembuktian berkas. Tak beberapa lama kemudian keadaan di tempat tersebut berubah menjadi hening dan terlihat seorang panitia sedang menutupi (seperti) berkas-berkas.

Menurut ketua panitia, kegiatan pembuktian berkas bisa dilakukan dimana saja, “Iya mas, kegiatan ini memang sengaja kami lakukan disini dan itu biasa,” imbuhnya.

Sekilas tidak ada yang aneh memang, hanya dalam pengamatan Harian Fokus selama di lokasi, sampai selesainya acara verifikasi berkas (yang seakan dibuat super cepat), muncul perwakilan dari CV. Tiga Putri Ayu.

“Kami sengaja mengejar waktu untuk ikut verifikasi tapi kok sudah bubar, ini gak bener (tidak benar –red),” ujar Agus Sunardi yang merupakan Direktur perusahaan dimaskud. Ketika ditanya tidak benarnya dimana, Agus menerangkan jika dirinya sejak malam sebelumnya telah berada di Pesibar untuk persiapan pagi harinya hadir di kantor dinas PU setempat.

“Ternyata mereka (panitia lelang –red) sembunyi-sembunyi, kami sengaja mempersiapkan diri karena merasa di penawaran lelang perusahaan kami masuk rengking satu dan dua,” sambung Agus. Dijelaskan bahwa perusahaannya mengikuti lelang di dua kegiatan. Pertama, paket pembangunan jalan Pekon Lintik – Sp. Way Napal Kec. Krui Selatan, rengking satu, dan ke dua, kegiatan pembangunan jalan Rata Agung Tanjung Jati Kec. Lemong, senilai 1,4 Miliar masuk rengking dua.

Seusai acara verifikasi berkas, pada Rabu, (10/2/2016) Agus, melalui telefon seluler menghubungi kami, “perusahaan kami akan melakukan sanggahan,” uajrnya. Dikonfirmasi lebih jauh mengapa akan melakukan itu, menurutnya ada potensi penyimpangan di kegiatan PU Pesibar.

Penyimpangan yang dimaksud, masih menurut Agus, antara lain, rencana pengadaan yang diarahkan (spesifikasi teknis dan kriterianya memperbesar peluang yang mengarah pada perusahaan tertentu), kedua, tidak mengumumkan secara terbuka dan mengundang kami yang sebenarnya layak karena masuk rangking satu dan dua pada hari pelaksanaan, selanjutnya, pemaketan pekerjaan yang direkayasa, pekerjaan hanya mampu dilaksanakan oleh kelompok tertentu saja, atau pemaketan pekerjaan kepada beberapa penyedia barang/jasa yang berasal dari kelompok tertentu dalam rangka bagi-bagi keuntungan atau seperti tender arisan.(RWS/SDM)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *