Dua Jalur Jalan Kartini Malah Tambah Macet

HARIANFOKUS.COM- Kebijakan Pemerintahan Kota Bandarlampung memberlakukan arah dua jalur di Jalan Kartini sebagai pengurai kemacetan dinilai gagal. Pantauan harianfokus.com, meski ada petugas yang berjaga namun kemacetan merayap hingga menuju Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUD-AM) tidak dapat dielakan.

Kemacetan bukan hanya dikeluhkan pengguna jalan, pedagang yang Pasar Tengah juga ikut mengecam pemkot atas kebijakannya yang dinilah salah kaprah.

Rendi (29) salah satu pedagang Pasar Tengah mengaku kebijakan dua jalur tersebut membuat dagangannya sepi. Karena, pembeli tidak mempunyai lahan parkir.

“Kalau seperti ini terus usaha kami disini bisa bangkrut,” kata dia, Selasa (23/2).

Menurut dia, pemkot harus mengkaji ulang kebijakan tersebut jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

“Pemkot harus mengajak diskusi pedagang disini, mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Sementara salah satu pengguna jalan Fitriawan (24), mengaku kebingungan dengan diberlakukannya dua jalur tersebut.

“Saya dari arah rajabasa mau ke Teluk, tapi saya luruskan saja ke arah Jalan Kartini. Tahunya hanya sampai pengkolan Simpur itu saja,” kata dia.

Demikian juga yang dialami Andir (26), pemuda ini mengaku kebingungan untuk parkir kendaraannya.

“Waduh mutar-mutar begini cari tempat parkir,” tegasnya. (win)

 

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *