3 views

Bambang Akui Terlambat Antisipasi Banjir Bandang

HARIANFOKUS.COM- Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengakui pihaknya terlambat mengantisipasi banjir Bandang yang menimpa daerahnya. Banjir yang menggenang sekitar 500 rumah milik warga di tiga pekon yakni, Pekon Gunung Doh, Banding, dan Pekon Raja Basa Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Rabu malam (24/2).

Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan mengatakan, sebagai langkah awal dia sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membuat tanggul darurat. Hal itu dilakukan untuk menutup tiga titik jebolnya tanggul sekaligus mengantisipasi banjir susulan.

“Tadi (kemarin) pagi, air memang sudah mulai surut. Secepatnya dilakukan perbaikan terhadap tanggul-tanggul yang rusak. Kita membutuhkan perbaikan yang cepat, untuk menghindari bencana susulan. Banjir bandang ini, memang pukulan untuk kami. Jika antisipasi dilakukan lebih baik, tentu kalaupun tetap ada banjir korbannya tidak akan sebanyak sekarang ini,” ujar dia disela-sela meninjau lokasi banjir seraya mengajak warga bersyukur karena tidak sampai ada korban jiwa, Kamis (25/2).

Pada kesempatan itu juga, Bambang memerintahkan kepada seluruh camat agar memeriksa secara rutin tanggul-tanggul yang ada di wilayah masing-masing saat memasuki musim kemarau. Sehingga ketika musim hujan datang, tangul-tanggul tersebut sudah siap untuk menahan banjir.

Sekretaris Dinas PU Okta Riza, mendampingi Kepala Dinas PU Tanggamus Riswanda Djunaedi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 4 unit alat berat yang terdiri dari 3 eksavator dan 1 bulldozer. Sementara ini sudah diturunkan 3 unit eksavator untuk membuat tanggul darurat sepanjang 900 m di sungai Way Semuong.Kegiatan itu dilakukan guna mencegah terjadinya bencana banjir susulan.

“Sedangkan bulldozer sudah kita siapkan juga, sehingga apabila diperlukan akan bisa cepat dikirimkan ke lokasi,” kata dia.

Sekretaris BPBD Tanggamus Suwandi menegaskan, bahwa sejak hari Kamis, warga desa di Kecamatan BNS dibantu aparat TNI/Polri sudah mulai
membersihkan lumpur yang memasuki rumah dan sejumlah fasilitas umum.Pihaknya juga telah mendistribusikan kebutuhan logistik, berupa makanan siap saji dan tambahan gizi. Bantuan yang lain-lain juga diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat korban banjir.

“Sampai saat ini, kami belum dapat memastikan jumlah kerugian material karena masing-masing daerah sedang sibuk membersihkan lumpur dan material yang terbawa banjir. Kalau untuk di Kecamatan BNS jumlahnya 507 rumah, tersebar di Pekon Gunung Doh, Banding, dan Rajabasa. Sedangkan di Kecamatan Semaka kami belum terima laporan berapa banyak rumah yang terkena. Tapi diperkirakan jumlahnya tidak jauh berbeda dengan di
Bandarnegeri Semuong. Kerugian lain-lain kita juga belum
terinventarisir, karena semua pihak sedang melakukan tindakan yang lebih dianggap perlu, yaitu mengevakuasi warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kamis dini hari, Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kasat Sabhara AKP Suharjono menjelaskan, banjir setinggi pinggang orang dewasa, terparah terjadi di Pekon Gunung Doh. Banjir terus mengalir ke pekon tetangga, yaitu di Pekon Banding, korbannya diperkirakan 250 KK. Sedangkan di Pekon Rajabasa, korban sekitar 25 KK.

“Di sana (Rajabasa, Red), korbannya paling sedikit, karena banjir kiriman dari Pekon Gunung Doh sudah mulai menyurut,” beber Suharjono.

Ketika dikonfirmasi terkait jumlah korban jiwa, dirinya mengatakan, baik Polisi maupun TNI, maupun tim gabungan BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa. Berapa besar kerugian material yang ditimbulkan akibat banjir yang sering melanda wilayah barat Tanggamus itu, juga belum diketahui.

“Pastinya kami segera bergerak cepat menjalankan perintah Pak Kapolres untuk terjun ke lokasi banjir dan membantu para korban. Terutama untuk berpatroli menggunakan perahu karet mengamankan ‎rumah-rumah yang ditinggal mengungsi pemiliknya. Sebagian tim juga segera berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini Kodim 0424/Tgm, BPBD, Dinas PU, dan Dinas Kesehatan Tanggamus. Tim gabungan penanganan bencana juga melakukan pelayanan medis sejak Kamis dini hari,” tandas.‎(Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *