5 views

Narkoba, Dua Mahasiswa IAIN Dicokok Polisi

HARIANFOKUS.COM- Empat pemuda terpaksa harus berurusan dengan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tanggamus. Keempat pemuda yakni Aan (27) warga Pringsewu, Bima (27) warga Pringsewu, Teguh (26) Bandarlampung, dan Agung Bandarlampung. Dua diantaranya masih bestatus mahasiswa di IAIN Bandar Lampung, Teguh dan Bima yang kini menginjak semester IV. Dari tangan para tersangka polisi mengamankan barang bukti ganja senilai Rp 2.250.000.

Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora, melalui Kasatnarkoba AKP Talen Hapis mengatakan, ke empat tersangka ditangkap pada tempat dan waktu yang berbeda. Sebab penangkapannya merupakan hasil pengembangan tersangka yang satu dengan yang lainnya. Talen menerangkan, penangkapan para pengedar daun marijuana itu, berawal dari informasi yang diberikan oleh anggota Satuan Intelkam.

“Setelah mendapatkan info dari Satinte‎l, kami langsung bergerak untuk menangkap Aan, Sabtu (13/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Dia kami amankan tanpa perlawanan di rumahnya. Dari tangan Aan, kami mendapatkan ganja kering siap edar sebanyak 1 ons dan 18 paket hemat yang dibungkus kertas koran,” jelasnya, Kamis (25/2).

Dari Aan, polisi mengembangkan penulusuran dan mengejar Bima, yang tak lain tetangga Aan. Sayangnya dari tangan Bima, petugas hanya berhasil menemukan lintingan daun ganja sisa pakai. Bima inilah yang diketahui sebagai seorang mahasiswa jurusan manajemen.
“Dia ditangkap di rumahnya, saat sedang tidur pulas di kamarnya, Sabtu sekitar pukul 20.00 WIB. Kami terus melakukan pengembangan dan hasilnya pun tak sia-sia. Dari keterangan Bima, kami pun membidik Teguh dan Agung. Khusus untuk kedua tersangka ini, kami memang menggunakan trik khusus. Alhasil, ganja kering seberat 1/2 kilogram (kg) seharga Rp1,5 juta. Keduanya kami tangkap di lampu merah Kemiling, saat bertransaksi dengan anggota kami yang menyamar,” beber mantan Kasatnarkoba Polres Lampung Tengah ini.

Saat diminta keterangan sambung dia, Teguh mengaku dirinya mendapatkan pasokan ganja dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) di Bandarlampung. Namun Teguh mengaku tidak mengetahui nama pemasok, bahkan belum pernah berjumpa.

“Dari dalam Lapas Wayhui Pak barangnya. Saya pesan barangnya lewat HP. Setelah pesan dengan orangnya, saya tinggal nunggu kabar dari pengirim. Biasanya dia kasih‎ kabar lewat telepon juga. Untuk yang kemarin ini, barangnya ditaruh di pinggir kali dekat sebuah rumah makan di Bandarlampung. Saya ambil barangnya di kali itu sekitar pukul 14.15 WIB. Terus malamnya saya dan Agung berangkat ke lampu merah Kemiling,” beber Teguh seraya mengaku bahwa dirinya adalah rekan sekampus Bima, sesama mahasiswa semester IV.

Talen Hapis menegaskan, keempat tersangka adalah pengedar ganja. Mereka terancam dijerat pasal 111 jo 114 ayat 2 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan psikotropika, dengan ancaman antara 5 sampai 20 tahun penjara atau denda Rp10 miliar. (Odho)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *