38 views

Rombongan Oknum Polisi Disebut seperti Garong

HARIANFOKUS.COM- Berbeda dengan semangat Kapolda Lampung, Brigjen Ike Edwin yang melakukan pendekatan dengan menjemput laporan di tengah masyarakat. Laku beberapa oknum aparat penegak hukum di Lampung Timur justru menciderai semangat korp bhayangkara. Pasalnya, rombongan aparat yang diketahui dari Polres Tulangbawang disertai Polsek Sukadana, berlaku seperti garong dan tidak memenuhi peraturan dalam hal penggeledahan atau penanggapan tersangka kepolisian negara republik indonesia .mereka Mengetuk rumah dan mendobrak pintu Tanpa melibatkan warga atau pamong desa , lalu menodongkan pistol di hadapan nenek-nenek.

Maryani (60) menceritakan, Kamis (3/3) sekira pukul 01.00 WIB, ada orang mengetuk pintu. “Setelah mengetuk dan mengaku dari polisi, baru berjalan akan membuka pintu, tiba-tiba pintu rumah saya sudah didobrak,” kata dia, Kamis (10/3) sore.

Setelah pintu didobrak, Maryani yang ketakutan sudah ditodong pistol dan diinterogasi dengan menanyakan dimana Zainal. “Kalau ada Zainal di rumah ini, tembak saja kami,” ujar Milhadi (67) sembari teriak, suami Maryani yang sedang terbaring akibat sakit strok.

Kakek-nenek yang tinggal sendirian di rumahnya itu, sempat ketakutan dan trauma. Warga Dusun Kubulebuk, Desa Sukadana Selatan, Lampung Timur itu kemudian didampingi kuasa hukumnya, Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Bandarlampung, Hamami, SH melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung.

Kepada koran ini, Hamami menceritakan, pihaknya, mendukung upaya Polda Lampung dalam menjemput dan melayani laporan masyarakat. Akan tetapi, upaya itu hanya sekadar seremoni. Sebab, aparat di level Polres dan Polsek masih bertindak semena-mena. “Selain sudah mengaku salah grebek, sebagai kuasa hukum, saya akan menuntut masalah ini sampai jelas,” kata Hamami, Kamis (10/3) malam.

Didampingi dua advokat lain, yakni, Agus Tomi dan Hendri Adriyansah SH, MH, serta Zainal yang dicari waktu penggrebekan rumah Milhadi dan Maryani, Hamami melaporkan kejadian itu ke Polda Lampung pada Selasa, (8/3).

“Saya tidak bisa terima ini, sebab bukan hanya sekadar kuasa hukum bagi Pak Milhadi dan Bu Maryani, beliau adalah orang tua kandung saya,” ucap Hamami.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari aparat kepolisian. Dari kronologi dan keterangan yang dihimpun, kejadian itu bermula dari upaya Polres Tulangbawang yang memburu Zainal, terduga pembunuh yang dicari polisi.

Didampingi aparat dari Polsek Sukadana, yang belakangan diketahui bernama Bambang, dua mobil patroli dengan 6 anggota, menggedor dan mendobrak rumah Milhadi yang tidak ada keluarganya yang bernama Zainal. “Bahwa benar, ada Zainal, tetangga yang sekarang ikut ke Polda melaporkan kelakuan aparat yang mirip garong ini,” kata Hamami.

Laporan tersebut tertuang dalam surat nomor: LP/B-12/III/2016. Hamami berharap, Kapolda Lampung yang sudah berbuat baik, melayani masyarakat dengan maksimal, tidak diciderai dengan kelakuan anggota yang masih semena-mena kepada warga. (dre)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *