Mantan Sekdakab Tuba Penuhi Panggilan Kejari dan Selalu Berkilah

HARIANFOKUS.COM- Mantan Sekdakab Tulangbawang Rimir Mihardi memenuhi surat panggilan dari Kejari Menggala terkait dugaan pungli pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kategori I dan II ketika dirinya masih menjabat selaku Ketua Panitia seleksi verifikasi pengangkatan CPNS.

Pemeriksaan Rimir berlangsung sekitar lima jam, dimulai dari pukul 10.00 Wib, hingga Pukul, 15.30 Wib yang berstatusnya masih sebagai saksi.

“Memang benar hari ini kita periksa saudara Rimir Mirhadi dalam hal ini pemeriksa seputar keterkaitan pungli pengangkatan PNS Katagori I dan II, dimana saat itu ia, Rimir Mirhadi, selaku Sekda Tuba, dan juga sekaligus sebagai Ketua Panitia Seleksi Verifikasi¬† data calon pengangkatan PNS katagori I dan II,” kata dia kepada harianfokus.com saat ditemui diruang kerjanya, Senin (4/4).

Dari pemeriksaan itu lanjut Zuhardi, Rimir Mirhadi dicecar sebanyak dengan 15 pertanyaan seputar keterlibatanya dan tugas fungsinya sebagai ketua panitia seleksi verivikasi data calon pengangkatan PNS katagori I dan katagori II.

“Namun ketika sampai di pertanyaan¬† jumlah calon pengangkatan PNS Kategori I dan II yang berjumlah 1.219 menggelembung menjadi 1.269, dimana ada yang di mark up, sekitar 50 orang, ia (Rimir Mirhadi) mengaku tidak mengakui terkait perubahan nama tersebut bukan pihaknya mengingat alasanya data tersebut dari BKD,” terang dia.

Menurut dia, Rimir Mihardi selalu berdalih saat ditanya, Rimir mengaku tidak tahu menahu sebab itu (pengangkatan, red) menjadi wewenang BKD.

“Dalam perkara ini belum selesai kita masih terus mengembangkan dugaan orang – orang yang terlibat dalam pungli pengelembungan penerimaan calon pengangkatan PNS Katagori I dan II, kali ini Mantan Sekda Tuba ini, tidak mengakui namun kedepan bisa saja Rimir Mirhadi, akan kembali dipanggil, hal ini bilamana ada nantinya saksi yang mengaku dirugikan, dan pernah menyetorkan sejumlah uang untuk memuluskan menjadi PNS K I dan K II,” bebernya.

Dalam beberapa saksi yang akan dipanggil keterkaitan penerimaan calon pengangkatan PNS katagori I dan katagori II tesebut, direncakan, tanggal 5 April, Giliran kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yenni Karmini Utari, dalam hal untuk terus menyelidiki, masalah itu.

“Kedatanganya tentunya sama, statusnya masih sebagai saksi dan ini pemanggilanya yang kedua kalinya untuk Kepala BKD Tuba, selanjutnya kita akan terus kembangkan sampai menemukan titik terang yang dapat menambah tersangka, doakan saja,”tandasnya. (saidi).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *