Oknum Anggota DPRD Balam Dipenjara

HARIANFOKUS.COM – Malang nian nasib Agus Sujatma, oknum Anggota DPRD Bandarlampung. Mengapa ? Karena Kejari Bandarlampung mengeksekusi Agus Sujatma, terpidana kasus korupsi pembangunan kios mini hasil perikanan tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp1,7 miliar. Anggota DPRD Bandarlampung ini divonis hukuman penjara selama setahun.

“Hari ini (Senin, 11 /4, red) terpidana resmi kami tahan. Pada pukul 09.00 WIB, yang bersangkutan datang dan berdasarkan surat perintah Kepala Kejari Bandarlampung tanggal 11 April 2016, langsung dilakukan eksekusi,” kata Kasi Intel Kejari Bandarlampung, Andre di Bandarlampung, Senin (11/8).

Eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungkarang  nomor : 43/Pid.Sus.Tpk/2015/PN.Tjk tanggal 21 Maret 2016  atas nama terdakwa Agus Sujatma.

Terpidana yang masih aktif sebagai anggota DPRD Kota Bandarlampung, didampinggi oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Bandarlampung Agusman Arif.

“Karena putusan telah incrah terpidana langsung dibawa ke Lapas Rajabasa kelas I Bandarlampung, untuk menjalani hukuman,” kata dia.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang menghukum anggota DPRD Bandarlampung Agus Sujatma dari fraksi Gerindra ini selama satu tahun penjara.

Politisi Partai Gerindra tersebut dinyatakan bersalah melakukan korupsi dalam proyek kios mini dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bandarlampung.

“Mengadili dan menjatuhkan vonis selama satu tahun penjara kepada terdakwa dan memerintahkan agar terdakwa ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim Nelson Panjaitan pada Senin (21/3).

Selain itu, majelis hakim juga menyatakan agar terdakwa membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider empat bulan penjara.

Pada persidangan terungkap, dalam perkara proyek senilai Rp 1,7 miliar ini Agus Sujatma selaku pemberi modal dibantu Raden Ery yang sudah divonis mencari perusahaan untuk mengajukan penawaran, terpidana juga memberikan uang kepada kepala DKP Bandarlampung untuk mengikuti proses lelang tersebut.

Dalam perkara tersebut negara mengalami kerugian sebesar Rp256 juta. (ayn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *