Khamami Kuat tetapi Berpeluang Dikalahkan

HARIANFOKUS.COM- Calon incumbent Mesuji, Khamami masih sangat kuat. Namun demikian masih bepeluang dikalahkan. Sebab, Khamami dinilai arogan dan kurangnya komunikasi politik lintas elit parpol.

Menurut Dosen Unila Budiono, ada dua nama yang berpeluang mengalahkan Khamami. Kedua nama itu yakni, Ismail Ishak (Wakil Bupati Mesuji) dan M Junaidi (anggota DPRD Provinsi Lampung).

“Dua nama itu mempunyai peluang besar mengalahkan Khamami. Ismail mempunyai basis masa yang jelas dan merupakan tokoh di Mesuji. Apalagi jika nantinya PDIP mengusungnya. Demikian juga dengan M Junaidi, sosok satu ini sudah gencar melakukan sosialisasi, bahkan jika nantinya di support oleh Gubernur Lampung, maka Khamami nyaris dipastikan tumbang,” kata dia kepada harianfokus.com, Jum’at (15/4).

Oleh sebab itu, Khamami disarankan untuk segera berbenah dan melakukan gerak politik yang taktis.

“Apalagi kalau dia (Khamami, red) tetap berduet dengan Ismail, maka kekuatannya tidak akan terbendung,” tegasnya. M

Sementara, M Junaidi belum mau mengomentari terkait nama wakilnya nanti. Namun, dia mengaku sudah banyak tokoh-tokoh yang menghubunginya untuk mendampingnya.

“Beberapa orang sudah menghubungi dan menyatakan siap jadi balon wakil saya. Tapi saya tegaskan untuk satu itu saya serahkan kepada partai. Pada prinsipnya siapapun nanti yang akan dipasangkan dengan saya, saya siap,”  kata dia usai mendaftar penjaringan di Demokrat dan PAN.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan salah satu program unggulan dalam misi visi yang telah disusunnya adalah mengenai pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi dan sebagainya.

“Program unggulan saya nanti adalah pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, hal ini untuk menyelaraskan program Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo. Selain itu peningkatan indeks manusia melalui pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan, ekonomi, lapangan kerja dan sebagainya,” ungkap pria berkaca mata ini.

Menurutnya, pembangunan Mesuji jika dibandingkan dengan Tubabar yang sama-sama dimekarkan dari Kabupaten induk Tulangbawang sangat tertinggal jauh.

“Lihat saja jalan di sini tidak ada yang bagus. Kantor bupatipun sampai saat ini tidak kunjung usai dibangun kendati sudah menelan dana miliaran. Sementara di Tuba Barat kantornya sudah diresmikan dan megah, kondisi jalan pun sudah beraspal dan mulus,” ujarnya.

Masih kata dia memimpin Mesuji diperlukan ketegasan dan piawai melakukan lobi-lobi baik ke Pemerintah Provinsi maupun pusat. Sebab jika pembangunan hanya mengandalkan APBD saja maka prosesnya akan lama.

“APBD Mesuji ini sangat kecil, tapi itu bukan jadi alasan dan pembenaran jika kemudian pembangunan infrastrukturnya harus tertinggal dari daerah lain. Sebab itu Mesuji ke depan butuh pemimpin yang piawai melakukan lobi baik ke provinsi maupun pusat, agar mau menggelontorkan dana bantuan pembangunan,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *