Mahasiswa Jurusan Biologi Unila Mengeluh Uang Kuliah Tunggal

HARIANFOKUS.COM- Mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung (Unila) bernama Fani mengeluhkan uang kuliah tunggal (UKT). Pasalnya, besaran UKT di Unila dianggap terlalu besar.

“Saat pendaftaran awal biayanya Rp7 juta. Karena keberatan, orangtua saya mengajukan banding, setelah itu jadi Rp6,8 juta. Saat itu, banyak teman yang mengajukan banding,” kata Fani kepada harianfokus.com Selasa, (19/4).

Kemudian, lanjut dia, keluarganya kembali mengajukan banding. Akhirnya, besaran UKT yang mesti dibayar sebesar Rp5,7 juta per semester. “Itu pun masih berat bagi ayah saya yang seorang PNS. Sebab, saudari kembar saya juga kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Belum lagi tahun lalu kakak perempuan saya juga masih kuliah profesi apoteker di kampus itu juga,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah akan naik banding lagi, Fani mengaku belum tahu. Sebab, banyak berkas yang harus disiapkan untuk banding UKT. “Persyaratannya rumit. Ayah saya juga dua tahun lagi akan pensiun,” kata dia.

Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan UKT pada perguruan tinggi negeri mulai berlaku sejak tahun 2013. Pemberlakukan itu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55. Jumlah biaya yang ditanggung ditentukan berdasar kelompok kemampuan ekonomi masyarakat. Peraturan ini dimaksudkan untuk meringankan orangtua mahasiswa. Namun, kenyataannya justru menuai kontroversi. (ayn)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *