36 views

Miris Buruh Pabrik Apple Bekerja Hingga Meninggal

HARIANFOKUS.COM Selain sudah  menjadi kebutuhan sehari-hari, telpon genggam juga kerap menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Karena semakin canggih telpon genggam milik sesorang maka semakin berkelas orang tersebut, diakibatkan dampak mahalnya harga smarphone.

Salah satu brand ternama yang kerap menjadi idaman setiap orang untuk memilikinya adalah iPhone. Hal ini karena fitur canggih, desain elegant dan harga iPhone yang tergolong diperuntukan bagi masyarakat menengah keatas. Tetapi tidak ada yang menyangka, dibalik kemewahan iPhone, membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit dari para karyawannya dan buruh pabriknya.

Baru-baru ini terungkap rahasia bahwa proses produksi di salah satu pabrik Apple yaitu Pegatron di Shanghai, Cina, memberlakukan jam kerja karyawan yang melebihi batas, hingga dari tahun ketahun ada saja buruh yang meninggal akibat beban kerja yang berlebihan. Salah satunya Tian Fulei yang ditemukan tewas diasrama buruh pabrik pada 3 Februari 2016 lalu akibat bekerja lebih dari 12 jam dalam sehari.

Dikutip dari Dailymail, Pihak keluarga Tian mengatakan bahwa ia telah bekerja lembur tanpa henti selama di Pegatron. Kematiannya ini tidak lama setelah penyelidikan yang dilakukan BBC Panorama mengungkapkan, bagaimana para pekerja di sana bekerja hingga tumbang. Kematian ini dibawa pihak keluarga Tian ke pengadilan yang berujung dengan keputusan sebagai kematian mendadak. Meskipun begitu, tidak ada proses otopsi yang dilakukan.

Adiknya, Tian Zhoumei (25) mengatakan, bahwa kakaknya sehat tapi kemudian tiba-tiba meninggal. “Kami menyalahkan hal itu terjadi akibat kerja lembur tak wajar dengan upah kecil, yang menyebabkan kakak akhirnya menghela napas untuk terakhir kalinya,” katanya. Senin (25/04).

Sontak hal ini memicu bantahan dari Pegatron. Mereka keberatan jika kematian ini dihubungkan dengan lingkungan kerjanya. Tetapi pihak perusahaan tetap memberikan uang santunan kepada keluarga Tian, awalnya sebesar 15 ribu Yen. Setelah dibantu negosiasi polisi dan pihak aktivis buruh, ahirnya Pegatron menaikkan uang santunan yakni sebesar 80 ribu Yuan.

Pegatron sendiri, seperti telah banyak diketahui telah membuat rekor laba terbesar dalam sejarah kuartalan perusahaan pada bulan Januari lalu. Tercatatkan 11 Miliar Poundsterling pada tahun fiskal kuartal pertama. Tentunya hal tersebut tidak dapat dicapai Pegatron tanpa kerja keras dan bayaran murah serta asrama tak layak huni yang diberikan pegatron kepada karyawannya. (sdm)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *