6 views

Hanan Ngawur

HARIANFOKUS.COM- Pernyataan Pemerintahan Tulangbawang dalam hal ini Bupati Tuba Hanan A Rozak terkait PT BNIL yang disebutnya ilegal, direspon serius oleh pihak perusahaan yang kini beralih fungsi dari perkebunan sawit ke perkebunan tebu ini. Melalui General Manager PT BNIL, Yulius Sunaruh, pihak PT BNIL menyebut jika Hanan salah kaprah atau ngawur jika menuding PT BNIL sebagai perusahaan yang ilegal atau tanpa izin.

Menurut dia, Hanan tidak mempunyai dasar sama sekali menuding PT BNIL sebagi perusahaan yang ilegal. Sebab, jika Hanan merujuk gugatan di PT Medan, maka dipastikan bahwa belum ada keputusan yang incraht atau masih ada upaya hukum.
“Namun jika yang di permasalahkan itu, terkait dengan izin, ya inilah yang sedang dilakukan upaya hukum, maka yang jadi permasalah sekarang yakni terkait dengan suatu presepsi hukum yang menjadi tidak sama,” ujar dia, Selasa (10/5).

Sementara itu, lanjut Yulius, bahwa jika Hanan mempermasalahkan tentang pertimbangan mengeluarkan SK 1999, Permentan 98 tersebut, maka  selaku Bupati Tuba Hanan, telah salah besar, sebab Permentan yang seharusnya dipakai adalah merupakan Permentan 26, melainkan bukan permentan 98.

“Karena waktu pada saat PT BNIL mengajukan permohonan izin perubahan komoditas itu, izin yang berlaku adalah Permentan 26, bukan Permentan 98, dan terkait dengan pengajuan perpanjangan izin, kami pihak PT BNIL membenarkan, bahwa mengajukan proses permohonan alih ganti komoditas, dan bahkan juga sekaligus mengurus tentang izin Amdal, setelah semua setuju dan selesai,” ungkapnya.

Sembari dalam proses, lanjut dia lagi, maka mulailah PT. BNIL beroperasi disektor komoditas perkebunan tebu, tapi belakangan izin terganjal, tidak dikeluarkan, karena Pemkab Tuba mengatakan tidak memenuhi persyaratan.
“Persyaratan apa, karena kami sudah memenuhi seluruh persyaratan, justru yang sebenarnya, Hanan itu seharusnya membina, meminta agar PT BNIL dapat memenuhi kekurangan perusahaan itu apa, lalu perusahaan memenuhi, kira-kira seperti itu,” jelasnya.

Nah, terkait persyaratan Amdal, PT BNIL yang dikatakan Hanan tidak memenuhi persyaratan, juga disebut Yulius terlalu berbohong besar, karena PT BNIL telah memenuhi segala macam persyratan yang telah diajukan oleh Pemkab Tuba.

“Semua syarat sudah oke semua, bahkan sudah ada namanya tim Amdal, jadi jika pemerintah Tuba berkata PT BNIL tidak bisa memenuhi persyaratan, pemerintah itu salah, alasan menolak itukan tidak jelas,” ungkapnya.

Disarankannya, Hanan sebaiknya tidak bersikap arogan terhadap perusahaan atau investor. Hanan sebaiknya memberikan kenyamanan investor untuk mengucurkan modalnya agar Tuba lebih baik lagi.
“Mestinya dalam rangka menuju pemerintahan yang baik tidak seperti ini, pemeritah itu bertindak kacau, investor itu dibina, jika dibinasakan kapan Kabupaten Tuba akan maju? Misalnya seperti ini, eh Paijo kekurangan kamu seperti ini, ayo penuhi, bukan langsung dijatuhkan, Hanan itu bukan seorang pemimpin, seolah-olah Hanan itu juga punya perusahaan sendiri, dan takut tersaingi,” bebernya.

Menurutnya,sebagi seorang pemimpin, Hanan seharusnya memberikan contoh bukan sebaliknya menunjukan sikap arogansinya terhadap perusahaan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan masyrakat Tuba.
“Kalo misalnya sekarang Hanan berfikir seperti itu, saya harus bertanya apa gunanya Hanan? apa kepentingan Hanan?, karena perusahaan PT BNIL ini baik, apa untungnya Hanan, sebab PT BNIL juga mempunyai ribuan tenaga kerja yang bekerja dibelakangnya, mau dibawa kemana nasib mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Hanan memberikan pernyataan jika PT BNIL adalah perusahaan yang ilegal dan akan segera ditutup. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *