Disdikbud Lampung Bantah Kunci Jawaban UN Beredar

HARIAN FOKUS.COM- Disdikbud Provinsi Lampung dan Bandar Lampung membantah adanya kunci jawaban ujian nasional (UN) beredar melalui SMS dan BBM, tapi fakta di lapangan membuktikan hal tersebut masih terjadi.
Bahkan, pada hari kedua UN SMP pada Selasa (10/5), salah satu guru SMP swasta di Bandar Lampung mengaku mendapatkan paket jawaban untuk tiga mata pelajaran sekaligus, yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA.
Pengamat pendidikan dari Universitas Lampung (Unila), Prof.H. Bujang Rahman, mengatakan fenomena kebocoran dan jual beli kunci jawaban ini disebabkan paradigma kelulusan yang masih diukur dengan nilai UN.
“Cara berpikir kita yang harus diubah bahwa UN bukan hanya mencari kuantitas, melainkan kualitas. Sudah saatnya UN menjadi integritas jati diri siswa,” kata Bujang, Rabu (11/5).
Menurut dia, kebijakan Mendikbud Anies Baswedan yang tidak lagi menjadikan nilai UN sebagai salah satu penentu kelulusan siswa sudah tepat. Namun, paradigma penyelenggara pendidikan dan pendidik belum berubah sehingga masih menjadikan nilai UN sebagai indikator keberhasilan pendidikan.
“Yang harus ditanamkan kepada anak bukan lagi nilai, melainkan integritas, kejujuran, dan kemandirian. Jika itu tidak kita tanamkan, wajar jika masih terjadi kecurangan karena berharap mendapat nilai tinggi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Unila itu.
Dosen FKIP Unila, Undang Rosidin, menuturkan seharusnya pembocoran kunci jawaban UN ini tidak perlu terjadi karena saat ini justru yang dinilai Kemendikbud adalah integritas pelaksanaan UN. “Jika ini terjadi, otomatis menurunkan indeks integritas dan prestasi sekolah,” kata Undang.
Menurut dia, seharusnya pihak sekolah dan guru mempersiapkan dan membangkitkan keyakinan siswa dalam menghadapi UN.
Sementara itu, Sekretaris Pendidikan Provinsi Lampung Fauziah membantah adanya kebocoran soal dan kunci jawaban. Menurutnya, Dirjen Kemendikbud yang memonitor pelaksanaan UN di Metro dan Bandar Lampung belum menemukan laporan terkait kebocoran UN.
“Sampai hari ketiga pelaksanaan UN SMP belum ada, bahkan Dirjen yang memonitor sebanyak sembilan orang pun mengatakan tidak ada kebocoran,” kata Fauziah.
Kabid Dikdas Disdikbud Kota Bandar Lampung, Tatang Setiadi, juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku belum menerima laporan tentang kebocoran kunci jawaban UN di sekolah-sekolah Bandar Lampung. “Saya jamin di Bandar Lampung tidak ada kebocoran soal UN SMP, semuanya bersih dari oknum-oknum,” kata dia. (ayn).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *