9 views

PTUN Sidang Perdana KM3 Versus

HARIANFOKUS.COM- Perseteruan antara Koperasi Mitra Mikro Mina (KM3) dengan pihak Pemerintah Kota Bandarlampung, perihal pembatalan perintah bongkar tempat pendaratan ikan (TPI) swadaya nelayan, Ujung Bom, Gudang Lelang, terus bergulir. Hari ini, Selasa (10/5/2016), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandarlampung, mulai melakukan sidang perdana.

Sidang perdana antara pihak KM3 sebgai pengelola TPI swadaya (penggugat), atas nama Marzuki Yazid dengan Pemkot dalam hal ini Walikota Herman HN(tergugat), mengagendakan pemeriksaan persiapan berkas perkara dan mediasi.

Sidang kali pertama yang berlangsung secara tertutup, menghadirkan Hakim PTUN yang terdiri dari, H. Sularno SH. M. Si, Eka Putrianti SH. MH dan Daily Yusmini, SH. MH.

Sementara pihak KM3 diwakili sekretaris KM3 Bandarlampung, Agus Widjanarko, Bendahara Baten Joni bersama kuasa hukum Secarpiandy, SH, Syamsudin Sufandi dan rekan. Sedangkan pihak Pemkot (tergugat) diwakili oleh Kabag Hukum Pemkot Bandar Lampung, Wan Abdurahman di dampingi Dinas Tata Kota Endrikson.

Sidang gugatan pembatalan perintah bongkar TPI swadaya, Ujung Bom, Gudang Lelang, Bumi Waras, yang diajukan penggugat berlangsung selama kurang lebih satu jam.

Sekretaris KM3 Bandar Lampung, Agus Widjanarko, SH mengatakan, dalam sidang perdana pihak PTUN mengarahkan untuk penyelesaian perkara dilakukan dengan mediasi.

“Arahan hakim, baik penggugat maupun tergugat, diselesaikan dengan mediasi, damailah. Inikan semuakan untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Agus, Selasa (10/5)

Rencananya, sidang kedua akan kembali digelar pada Selasa pekan depan, dengan agenda pembuktian berkas perkara. (Btn/win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *