Upah Para Kuli Panggul Ini Hanya Rp 8000 Per Ton

HARIANFOKUS.COM Pelabuhan Panjang merupakan salah satu pelabuhan tertua di Lampung dan merupakan pelabuhan yang dapat dikatakan sebagai pelabuhan penting, bahkan hingga saat ini. Pelabuhan ini melayani kapal-kapal yang digunakan sebagai alat transportasi untuk mengangkut barang-barang seperti sembako, tekstil, besi beton dan lain-lain, untuk dikiirim ke luar Lampung.

Karena bongkar muat barang di pelabuhan ini masih menggunakan cara tradisional yakni dilakukan oleh orang perorangan atau Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dengan cara dipanggul. Maka tak heran jika banyak orang yang menggantungkan hidupnya untuk mendapatkan penghasilan dari hiruk pikuk pelabuhan panjang, sebagai TKBM atau lebih dikenal dengan sebutan kuli panggul.

Parwoto salah satu kuli panggul di pelabuhan ini terlihat hilir mudik menurunkan berkarung-karung barang dari Kapal. Keringat mengucur deras di sekujur tubuhnya justru disikapi sukacita karena menandakan dia dan kawan-kawan seprofesinya akan mendapatkan uang bayaran memanggul. Karena, belum tentu besok akan ada lagi pekerjaan yang sama.

Saat ditemui, Parwoto yang berasal dari Purwokerto, Jawa Tengah, sedang duduk di tepian jembatan kayu yang biasa digunakan untuk melintas antara dermaga ke kapal. Raut wajahnya terlihat muram lantaran sepinya pekerjaan. Kalaupun ada dia harus mau menerima dibayar murah sekali. Parwoto bercerita dia hanya dibayar Rp 8000 per ton. barang semisal beras. “Saya harus menerima kenyataan itu, kalau menolak rejeki saya diambil kawan-kawan lainnya,” ujar lelaki yang bermukim disekitar pelabuhan ini. Rabu (12/5/2016).

Pendapat serupa dibenarkan oleh Sukatman, bahkan dia memaparkan, dari Rp 8000 yang diterima, kerap kali tidak utuh. Sebab ada saja musibah yang dialami dalam memanggul barang dengan melintas di titian satu lembar papan atau balok kayu di atas laut. “Sering kali ada beberapa panggulan saya yang terjatuh ke laut atau rusak tergores kayu, walaupun enggak sengaja, namun kami tetap harus menggantinya,” ujar Sukatman.

Untuk bisa mendapatkan uang lumayan di atas Rp 50 ribu, para pekerja harian ini harus bekerja keras paling tidak 10 ton per hari. Para kuli panggul ini berharap pemerintah turun ke bawah melihat bagaimana buruh pelabuhan ini nasibnya memprihatinkan. (SDM)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *