Pengrajin Terasi Mulai Nikmati Hasil Mesin Giling Bantuan DKP Tuba

HARIANFOKUS.COM-Terasi udang rebon merupakan bumbu dapur yang sering digunakan untuk bumbu campuran dan resep kuliner, bumbu dapur satu ini adalah bumbu yang sangat terkenal diseluruh pelosok Indonesia, tidak terkecuali Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Terasi berasal dari permentasi udang rebon, yang nantinya setelah permentasi akan mempunyai bentuk seperti pasta, dan biasanya disetiap tempat atau wilayah, cara penyebutan terasi berbeda, biasanya ada juga yang menyebutnya sebagai belacan dan kebanyakan orang luar negeri menyebutnya sebagai shrimp paste atau shrimp sauce atau saos udang.

Salah satu kabupaten pengahasil terasi di Lampung, yakni Kabupaten Tulangbawang, tepatnya di Kecamatan Dente Teladas, Kampung Sungai Nibung. Warga setempat, memproduksi terasi masih mempertahankan atau menjaga kwalitas terasi yang dihasilkan, yakni dengan menjadikan udang sebagai bahan utama atau tidak ada campuran. Dengan begitu dipastikan terasi yang dihasilkan jelas berbeda dengan yang terasi lainnya.

Harga terasi dari kabupaten ini terbilang cukup mirah, konsumen hanya mengeluarkan Rp 20.000 untuk pembelian setiap kepingnya atau sekitar 1/2 kg.

“Sudah lama daerah ini menghasilkan terasi udang rebon, terasi buatan sini sudah dikenal masyarakat luas, namun untuk produksi terasi dengan bentuk dikeringkan dan diberi lebel produksi baru satu tahun ini, sayangnya lagi belum bisa diproduksi dalam sekala besar pasalnya pemasaranya hanya sebatas pasar-pasar tradisional, belum dapat masuk ke supermarket atau pasar-pasar moderen,” kata Mukti, salah satu penjual terasi udang rebon saat ditemui dikediamannya.

Mukti juga mengatakan, terasi yang digarap oleh usaha rumah tangga ini dalam kurun satu tahun ini beroperasi menggunakan mesin, setelah Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) Kabupaten Tuba memberikan bantuan berupa peralatan mesin giling rebon.

“Sebelumnya para pengerajin mengolah terasi rebon menggunakan alat manual dengan cara ditumbuk di lesung, namun tetapi setelah dikucurkan bantuan berupa mesin giling para pengerajin dapat lebih mudah saat melakuan proses pengolahan, selain itu pula dapat memperoduksi terasi dalam jumlah yang besar dengan waktu yang singkat,” terangnya.

Dilanjutkan Mukti, usaha pembuatan terasi ini melibatkan para pria dan ibu rumah tangga, sehingga secara langsung, selain para ibu-ibu dapat mengisi kekosongan waktu, juga dapat sedikit menambah penghasilan bagi rumah tangganya masing-masing.

“Para suami berprofesi sebagai nelayan mencari udang rebon, sementara yang mengolah menjadi terasi adalah para istri, dan saat ini ada 6 kelompok pengerajin pengolahan terasi di kampung Sungai Nibung, diantaranya yakni kelompok Karya abadi, Herna, Nibung raya, Pertiwi dan kelompok Lestari,” jelasnya.

Sementara, Ketika ditanya omset penghasilan rata-rata perbulan, Mukti menuturkan, dari kelompoknya sendiri dapat mengahasilkan kurang lebih sebesar Rp.4 juta rupiah persetiap bulannya, tergantung situasi dan kondisi bulan-bulan tertentu.

“Semua pemasaran masih terganjal mengenai pemasarannya, dan juga tergantung dari order dari para pembeli mengikuti bulan-bulan tertentu, ramai atau tidaknya. karena kita tidak bisa leluasa untuk memasarkan, masalahnya seperti masalah pengemasan dan tentunya modal minim,” beber Mukti.

Ditempat terpisah, Kepala Kampung Sungai Nibung, Made Dastra Riyawan, yang ditemui dikediamanya di waktu yang sama, mengatakan terkait dengan para kelompok pengerajin pengolahan terasi Kampung Sungai Nibung, pihaknya sangat mendukung warganya yang kreatif dalam mengembangkan usaha, dalam bentuk apresiasi terutama Kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tuba yang telah ikut berperan mendorong usaha pengerajin terasi di Kampung Sungai Nibung.

“Sebenarnya usaha pengerajin terasi di kampung Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas ini telah berjalan cukup lama, hanya saja sedikit mengalami kendala sebelumnya karena minim alat, dan pemasaran serta modal, namun tetapi setelah Dinas Kelautan dan Perikanan dan instasi lain seperti Diskoprindag Tuba, kini diharapakan produksi terasi Sungai Nibung ada peluang pemasaran hingga pasar modern atau supermarket, sehingga peningkatan penghasilan pengerajin terasi di kampung Sungai Nibung dapat terus meningkat,” ungkapnya. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *