8 views

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tuba Gelar Operasi Krakatau

HARIANFOKUS.COM-Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulangbawang mulai hari ini, Senin, (16/5) hingga (29/5) menggelar giat operasi Krakatau 2016. Hal tersebut dilaksankan atas instruksi Polda Lampung, dan pada kegiatan operasi ini sendiri juga digelar dalam rangka guna memperlancar arus lalu lintas dan menekan angka kecelakaan sekaligus memberi efek jera bagi para pelanggar lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Tuba, AKP Suprapto, mengatakan bahwa operasi patuh Krakatau adalah operasi yang dilakukan menjelang operasi ketupat pada bulan Ramadhan mendatang yang gunanya tak lain, untuk memberi pengarangan sekaligus efek jera bagi para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Nah, ini kita lakukan dalam rangka menghadapi operasi ketupat, dan saat ini kalau ada yang melakukan pelanggaran, memang dalam operasi patuh ini dilakukan penindakan 70%, artinya langsung ditilang, kalau memang gak ada kelengkapan surat-menyuratnya ya mobil atau motor langsung tilang ditempat,” ucapnya.

Suprapto menambahkan, bahwa untuk sasaran operasi patuh Krakatau pada tahun 2016 ini berfokus kepada para pengguna lalu lintas yang dirasa baru-baru menggunakan kendaraan, baik itu kendaraan roda empat, maupun roda dua, karena dikhawatirkan, kebanyakan dari para pengguna awan ini belum memiliki kelengkapan surat-surat lengkap seperti izin mengemudi.

“Contoh, Mahasiswa atau Pelajar SMA itu kita sasar, karena kalangan tersebut masih mudah terjadi laka lantas artinya emosinya masih tinggi dan labil, jadi mudah berbuat hal yang membahayakan, dan bukan bermaksud untuk tidak kepada masyarakat umum, pengguna kendaraan lain juga kita tilang, yang tidak tertib tetap juga kita sasar,” jelas Prapto, sapaan akrabnya.

Lebih dalam ia menjelaskan bahwa operasi patuh ini adalah antisipasi untuk operasi ketupat, sehingga diharapkan pada operasi ketupat menjelang puasa dan lebaran, para pengguna kendaraan, telah dapat mematuhi peraturan lalu lintas, dan tidak melanggar, baik yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Maksudnya gini, kemarin operasi simpatik, operasi simpatik itu 70% dikmas yang dikedepankan kita sosialisasi terus, dan 30% penindakan, tapi sekarang dirubah, 70% penindakan 30% dikmas lantas, dan untuk anggota, sekarang telah kita turunkan sebanyak 35 anggota lantas yang terlibat dalam operasi ini” tambahnya.

Maka dari itu, Suprapto berharap, setelah operasi patuh ini masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa pada saat operasi ketupat nanti dapat jera, dan tidak lagi mengulangi kesalahan baik itu kesalahan kecil, seperti tidak menyalakan lampu dan tidak menggunakan helm berstandar SNI.

“Harapan kita mereka para pelajar, mulai tidak mau melakukan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas lagi, maksud tujuan pimpinan seperti itu, jadi saya rasa, dalam kegiatan operasi pada kali ini dapat berjalan lancar, tanpa ada hambatan, itu yang diharapkan bersama,” Pungkasnya. (saidi).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *