Handoyo Sukses Lounching GSMK

HARIANFOKUS.COM- Program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tulangbawang (Tuba) Hanan A Rozak dan Heri Wardoyo (Handoyo) yakni program Gerakan Serentak Membangun Kampung (GSMK) pada tahun 2016 ini telah dimulai.Lounchingnya kegiatan tersebut terlihat dari telah dilakukannya penyerahan secara simbolis berupa dana desa dan alokasi dana desa, kepada masing-masing kampung bertanda resmi dimulainya GSMK, Kamis, (19/5).

Berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya Bupati dan Wakil Bupati Tuba menyerahkan dana desa dan alokasi dana desa berikut dana GSMK di tiap-tiap kampung, pada tahun ini dibuat sistem zona. Acara yang dipusatkan di Kecamatan Banjar Margo, Kampung Penawar Rejo, masuk kedalam Zona II, meliputi Kecamatan Menggala Timur, Menggala, Banjar Baru, Banjar Agung, dan Kecamatan Banjar Margo. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu dan efisiensi dana, sehingga dana yang ada dapat diperuntukan bagi pembangunan masing-masing kampung di Kabupaten Say Bumi Nengah Nyapur.

Perlu diketahui, Rata-rata setiap kampung di tahun 2016 ini memperoleh dana untuk pembangunan Kampung sebesar Rp.225 Juta Rupiah, belum termasuk bonus bagi kampung terbaik, yakni Juara I Rp.50 Juta, Juara II Rp.30 Juta, dan Juara III Rp.20 Juta. Artinya secara jelas nilai ini mengalami peningkatan dari pada tahun sebelumnya yang rata-rata sebesar Rp.200 Juta Rupiah di masing-masing kampungnya.

Saat digelarnya kegiatan penyerahan secara simbolis ini,Ketua Pokmas GSMK Kecamatan Banjar Margo, Miswanto, yang mewakili seluruh Pokmas di lima Kecamatan zona II, dalam laporannya mengatakan bahwa masih seperti pada tahun sebelum-sebelumnya, pada pembangunan menggunakan dana GSMK dipastikan masyarakat ikut andil, dan ikut merasakan membangun kampungnya sendiri, sehingga masyarakat mempunyai rasa cinta dan memiliki kampungnya masing-masing.

“Adanya program GSMK, maka dipastikan adanya pembangunan jalan, hal ini mulai dirasakan oleh semua unsur ditiap-tiap kecamatan yang dulu kampungnya belum pernah dibangun. Namun kini telah mulai dibuka pembangunannya, seperti pembangunan jalan onderlahg dan diharapkan terus meningkat hingga ke jalan lapen, maka dari itu, kami selaku Pokmas GSMK sangat berharap supaya Handoyo dapat terus melanjutkan pembangunan, karena masyarakat sangat bangga dengan hasilnya,” Kata Miswanto.

Apalagai, Lanjut Miswanto, rata-rata per setiap satu kampung, telah mendapatkan dana GSMK yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuba, sebesar, Rp.225 juta, artinya pembangunan akan lebih banyak dan akan semakin dinikmati fungsinya.

“Seperti yang akan saya laporkan ini mengenai hasil pembangunan GSMK di 5 Kecamatan di tahun terakhir, tahun 2015, diantaranya seperti di Kecamatan Menggala Timur, yakni pembangunan Jalan Onderlagh sepanjang 7.829 Meter, Drainase 1.127 Meter, dan gorong-gorong 34 unit. Sementara Kecamatan Banjar Agung, Jalan Onderlagh panjang 9.238 meter, gorong-gorong 26 unit, talud 80 meter, drainase 1359 Meter, sedangkan Kecamatan Banjar Margo, tahun 2015 menghasilkan pembangunan jalan Onderlagh panjang 13.307 Meter, gorong-gorong, 5 unit, dan jembatan 1 unit,” terangnya.

Sementara dalam Sambutannya Bupati Tuba, Hanan A Rozak mengatakan, GSMK adalah suatu program gerakan yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat kampung tersebut, dimana program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tuba untuk mendorong percepatan dan pemerataan pembangunan dalam wilayah Kabupaten Tuba.

“Program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah, karena semua rencana program ini dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat, terlebih dalam pelaksanaan pembangunan fisiknya, yang dilakukan secara bergotong royong,” ucap Bupati.

Maka dari itu, sambung Bupati, Program GSMK merupakan sebagai suatu upaya pemerintah kabupaten untuk mendorong adanya program pembangunan oleh, dari dan untuk masyarakat dengan memanfaatkan potensi dan pranata sosial khas yang ada di Kabupaten Tuba.

“Memberikan bantuan dana langsung sebagai stimulan kepada masyarakat kampung, pembangunan sarana dan prasarana (infrastruktur) yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk masyarakat, meningkatkan partisipasi masyarakat kampung dalam pembangunan daerah, melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, proses pembelajaran demokrasi dalam pembangunan, meningkatkan swadaya masyarakat dalam pelaksanaan dan pelestarian pembangunan, meningkatkan semangat gotong royong, dan kebersamaan dalam proses pembangunan, mempercepat pembangunan sarana dan prasarana kampung dan menimbulkan rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan yang sudah dilakukan,” urainya.

Lanjut Bupati, suatu kebanggaan bagi dirinya, karena tahun 2016 ini kembali dapat melaksanakan Pencanangan GSMK, yang terbagi dalam 4 Zona. Dan pada kesempatan kali ini, berkesempatan untuk membuka Pencanangan GSMK pada Zona II di Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo.

“Sebagaimana kita maklumi bahwa Infrasruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan, karena merupakan salah satu hal mendasar yang dibutuhkan bagi kehidupan keseharian masyarakat, dalam aktivitasnya, masyarakat akan selalu membutuhkan kondisi jalan yang baik, jembatan yang kokoh untuk dilalui, serta berbagai sarana infrasruktur lain yang dibutuhkan, sehingga dengan telah direalisasikan sebagian kebutuhan infrastruktur,” Ujar Bupati.

Pada tahun 2016 ini, mengingat besarnya antusias warga dan besarnya kebutuhan akan dana operasional untuk pelaksanaan GSMK, oleh karenanya, tahun 2016 ini, Pemerintah Kabupaten Tuba menambah anggaran dana GSMK yang di awal pelaksanaan GSMK tahun-tahun sebelumnya, sebesar 200 juta menjadi 225 juta untuk 151 kampung/kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Tuba.

“Selain dari dana itu, sebagai penyemangat, Pemerintah Kabupaten Tuba juga akan memberikan reward/penghargaan berupa dana pembinaan yang besarannya untuk Juara I, akan diberikan dana pembinaan sebesar Rp. 50 juta rupiah, Juara II sebesar Rp.30 Juta rupiah dan juara III Rp.20 Juta rupiah, dana pembinaan tersebut diberikan, selain sebagai bentuk perhatian Pemerintah daerah, juga diharapkan untuk dapat lebih memotivasi seluruh kampung maupun kecamatan, agar dapat melaksanakan GSMK di wilayah masing-masing dengan sebaik-baiknya, lancar, sukses dan berkualitas,” tandasnya. (saidi).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *