Pimpinan Paguyuban El – Hakim Bantah Ajarkan Aliran Sesat

Harianfokus.com – Paguyuban yang menamakan diri El-Hakim, membantah semua tudingan  yang menganggap perkumpulan yang dipimpin oleh HJ.Elva Diana merupakan sebuah Aliran yang menyimpang atau dianggap sesat, seperti yang di tuduhkan sebagian warga Pekon Sri Menganten, Air Pakoman dan Pekon Sumber Mulia, Kecamatan Pulau Panggung yang sempat Emosi pada minggu malam, (15/5) lalu.

Saat itu massa telah mengepung kediaman salah satu warga Pekon Sri Menganten yang bernama Nana’k,dimana didalamnya Elva Diana tengah menggelar pengajian bersama para pengikutnya yang berjumlah sekitar 27 orang. Beruntung aparat keamanan bergerak cepat, sehingga Elva Diana bersama anggota perkumpulannya dapat diselamatkan.

Menurut Elva Diana, El-Hakim merupakan sebuah perkumpulan atau Paguyuban keluarga besar dari orangtuanya, yakni Syamsir Hakim (Alm), yang  pernah menjabat sebagai salah satu Ketua Muhammadiyah di Lampung Selatan, yang saat itu Tanggamus masih menjadi bagiannya.”Jadi, jelas tidak mungkin jika orang tua kami akan memberikan ajaran yang sesat pada anak-anaknya, bahkan meluruskan ajaran-ajaran yang lain, yang belum sempurna atau dipahami oleh masyarakat yang beragama islam itu sendiri,”Ujar Elva saat dikonfirmasi kemarin(19/5).

Bahkan Elva yang mengaku sebagai salah satu kader Muhammadiah itu juga membantah keras tudingan yang menyebar di masyarakat Pekon Srimenganten, Air Bakoman dan Sumbermulia yang menyebutkan jika dirinya menyatakan Sholat wajib lima waktu, justru tidak diwajibkan, kemudian jika seseorang melakukan dosa seperti mencuri, kemudian cukup dengan memukul mukul pundak nya, menjadikan gugurnya dosa atas pencurian yang telah dilakukan.

“Siapa yang bicara seperti itu,saya tidak pernah mengatakan itu, jadi jelas itu bohong, apa yang saya ajarkan berdasarkan Alqur’an dan Sunnah. Saya Hj Elva Diana, saya salah satu Kader Muhammadiyah, jadi tidak mungkin saya memberikan pemahaman yang seperti itu, tapi ketika saya memiliki teman kemudian teman tadi memberikan pengajaran yang salah, apakah itu bisa dikatakan saya yang memberi pemahaman, kan tidak,”Kilahnya seraya menyebutkan jika Paguyuban El-Hakim yang dipimpinnya, mengajarkan tentang pandangan Islam lebih ke arah Syariat, Torekoh, Hakikat dan Ma’rifat.

Elva Diana sendiri dikonfirmasi, saat memenuhi panggilan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat(Bakorpakem)Kabupaten Tanggamus di Kantor Kacabjari Talang Padang, dan dipimpin langsung oleh Kepala Bakorpakem Tanggamus, Taufan Zakaria.

Usai Rapat,Taufan menyatakan jika rapat yang digelar kemarin belum dapat memutuskan jika aliran itu menyimpang atau tidak, karna masih perlu mempelajari kajian-kajian dari Perkumpulan El-hakim itu sendiri.”Untuk rapat ini kami belum bisa putuskan, nanti ada pertemuan berikutnya dimana masing-masing elemen mengajukan dasar untuk tentukan ajaran ini menyimpang atau tidak,” ujar Taufan Zakaria yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus tersebut.

Rapat Bakorpakem sendiri, selain dipimpin Kepala Kajari Tanggamus,turut hadir pula Kepala Kemenag Tanggamus M.Yusuf, Kepala Kesbangpol Edi Narimo,Ketua NU Pringsewu Heri Iswahyudi, MUI Tanggamus, Kasat Intelkam Polres Tanggamus, Anggota Kodim 0424 serta elemen dan Tokoh Agama.(Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *