0 views

Jembatan Rusak Hambat Perekonomian Warga Tanggamus

HARIANFOKUS.COM – Jembatan penghubung antara Kecamatan Kota Agung Timur dengan Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus, tepatnya di Pekon Suka Banjar “gagal” dibangun tahun ini. Padahal sudah sejak tahun 2014 jembatan penghubung itu dinyatakan rusak. Bahkan pada pertengahan tahun 2015 sudah putus total sehingga dibuat jembatan darurat, dimana kontruksinya hanya menggunakan batang kayu kelapa. Ironisnya lagi, banjir bandang yang terjadi pada awal mei kemarin menghanyutkan jembatan tersebut sehingga warga kembali bergotong royong membuat jemabatan darurat baru. Hingga saat ini sedikitnya sudah tiga kali jembatan darurat itu hanyut akibat banjir.

Sebelumnya jembatan yang menjadi tanggungan Pemerintah Provinsi itu sudah dijanjikan akan dibangun tahun 2016 ini. Jembatan itu sudah masuk daftar pekerjaan termasuk perbaikan jalannya. Dan saat ini masih proses tender di Provinsi. Jembatan nantinya bermodel box culvert yang dianggarkan Rp 300 juta. Jumlah itu menjadi bagian dari anggaran perbaikan jalan dari Kota Agung Timur sampai Simpang Kuripan, Kec. Limau sebesar Rp 5 miliar.

Sementara Dinas PU Tanggamus memperkirakan, perbaikan jembatan jalan provinsi ruas Kota Agung Timur-Limau di Pekon Sukabanjar, Kec. Kota Agung Timur baru dapat terlaksana 2017 mendatang.

Hal itu diungkapkan Kadis PU Tanggamus Riswanda, yang mengaku sejauh ini kemungkinan maksimal pada 2017. Meski di luar itu bisa dilaksanakan pada tahun ini sebab itu kewenangan Dinas Bina Marga Lampung. “Kami belum tahu kepastiannya, mungkin dilaksanakan 2017. Tapi bisa juga dilaksanakan tahun ini. Jika misalnya tahun ini sekitar akhir tahun yang dianggarkan dari anggaran APBD-P Lampung. Kalau perbaikan dilaksanakan tahun ini, maksimal hanya perbaikan darurat, perbaikan permanen tidak bisa. Anggaran kami pun tidak mencukupi ” ujarnya, Senin (23/5).

Sementara itu Edi(37), warga setempat mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini pihak Bina Marga jangan hanya bicara. Dirinya bersama masyarakat yang tinggal di sekitar jembatan merasa kecewa atas gagalnya pembangunan yang dilakukan tahun ini.

“Jembatan ini rusak sudah dari 2014 dan selama ini ada rencana akan perbaikan, tapi itu hanya rencana-rencana saja, dilakukannya kapan tidak tahu,” ujarnya dengan nada kesal.

Ia mengaku jembatan tersebut sangat penting untuk masyarakat, sebab banyak usaha dari masyarakat yang operasionalnya mengunakan mobil, khususnya truk, dan dengan kondisi saat ini mobil yang lewat terbatas. “Kalau bisa secepatnya dibangun, sebab kalau truk tidak bisa lewat, sementara ini hanya mobil pribadi dan L-300 saja yang diizinkan melintas, gara gara jembatan ini rusak semua jenis usaha warga yang ada jadi terhambat mas,”tandasnya.(Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *