1 views

Ombak Setinggi 4 Meter Terjang 3 Rumah Warga

HARIANFOKUS.COM – Sapuan ombak yang diperkirakan setinggi empat meter di pesisir teluk semaka, Kabupaten Tanggamus terjadi selasa (24/5) lalu. Akibat nya satu unit bangunan rumah milik Endin roboh, dan dua lainnya rusak parah yang terjadi di dusun Kuala Jaya, Pekon Tegi neneng, kecamatan Limau.

Rumah milik Endin yang roboh memang tepat berada di tepi pantai,sementara fisik bangunannya pun berdindingkan geribik dan papan, sehingga tidak kuat menahan terjangan ombak besar yang terjadi. Sementara rumah milik Aming yang sudah permanen mengalami kerusakan separuh bagian rumahnya. Begitu pun rumah milik Joni yang semi permanen.

Beruntung tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Kerusakan tidak hanya bangunan fisik, tapi juga berikut alat perabotan didalamnya yang turut rusak pula akibat sapuan ombak yang terjadi pada selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB tersebut.

“Sewaktu kejadian saya sudah mau siap-siap buat dagang, pas lagi siapin barang dagangan, gak disangka terus datang ombak besar yang tingginya sekiar empat meter, sementara ombak itu menghantam rumah saya sekiar tiga kali yang keliatannya besar. Dan kejadian itu juga kira kira hanya sekitar lima menitan, tapi ya sudah bikin rumah ini rusak,” cerita Joni, kemarin (25/5).

Ia mengaku, selain ombak yang tinggi ada juga ombak-ombak setelahnya yang merusak rumah. Ombak tersebut tidak tinggi namun kuat dan menghantam dinding rumah. Itu menambah daya hantam ke tiga rumah hingga akhirnya rusak parah. “Ombak besar ya dari pas hari  Selasa kemarin, hari ini juga ada lagi sama seperti kemarin. Mungkin besok-besok masih ada  lagi. Kalau ombak itu terus menerus seperti kemarin dan sekarang, tentunya masih ada rumah lainnya bisa rusak juga,” kata dia lagi.

Air laut pasang kerap terjadi setiap tahunnya.Namun yang terbilang parah dan merusak bangunan, baru kali ini terjadi. “Ombak besar seperti ini memang tiap tahun ada, tapi yang sampai merusak rumah baru tahun ini. Kalau dulu-dulu besarnya cuma dilaut saja, tidak sampai kena rumah. Terus yang sekarang ombaknya bergulung tinggi, bukan seperti ombak-ombak yang biasa,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Pekon Tegineneng Sukri, berharap agar Pemerintah dapat membantu untuk membangun talud pemecah ombak di wilayahnya, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.  “Kami berharap pemerintah dapat membatu dan membuatkan talud pemecah dan penangkal ombak sepanjang 800 meter, tinggi dua meter dari permukaan tanah, lalu pondasinya menyesuaikan kedalaman laut, karena itulah satu satunya cara agar peristiwa seperti ini tidak lagi terjadi,” harap Sukari.

Sementara itu, BPBD Tanggamus mengaku untuk penanganan talud laut itu kewenangan Dinas PU, sebab perlu talud yang kokoh. Sedangkan BPBD sifatnya cuma penanganan sementara, maksimal hanya bronjong namun itu atas instruksi dari Bupati Tanggamus. “Untuk bantuan berupa bahan makanan, peralatan masak, alat kebersihan sudah kami kirimkan. Tapi kalau lebih dari itukan terserah bagaimana keputusan dari Pak Bupati,” ujar Zulyadi, Kabid Bencana BPBD Tanggamus. (Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *