Banjir Pasca Hujan Lebat, Jalinbar Macet

HARIANFOKUS.COM – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus sore kemarin (30/5) mengakibatkan meluapnya saluran air yang ada di wilayah tersebut. Alhasil Jalan Lintas Barat tepatnya di Pekon Sukaraja digenangi air hujan sehingga kendaraan yang melintas dari arah Talang Padang menuju Gisting maupun sebaliknya terjebak macet.

Hujan deras sendiri diperkirakan mulai turun sejak pukul 12.00 WIB dan terus mengguyur selama lebih dari tiga jam sehingga mengakibatkan banjir. Tidak hanya menggenangi ruas jalan saja, hujan yang begitu lebat membuat volume air buangan dari saluran rumah tangga, irigasi dan sungai-sungai meningkat yang mengalir ke drainase di sisi jalinbar yang terdapat penyumbatan. “Tiap hujan memang air seperti ini tapi sekarang yang paling parah, sebab air sampai masuk ke rumah-rumah dan meluap di jalanan,” ujar Raidalina, Kepala Pekon Sukaraja, sore kemarin(30/5).

Ia mengakui jika lokasi tersebut merupakan titik terendah, air yang datang ke titik itu berasal dari aliran di Kec. Gisting dan pekon-pekon di Kec. Gunung Alip yang posisinya lebih tinggi. “Jadi kalau air dari Gisting besar, di sini pasti banjir, seperti sekarang ini. Jadi tergantung air dari atas saja, kalau di sana masih besar di sini banjir terus,” kata dia.

Hal serupa di akui Lia yang rumahnya turut terendam banjir, dia menuturkan untuk banjir saat ini air menggenangi seluruh bagian rumah. Ini berbeda dari banjir – banjir sebelumnya dimana air hanya menggenangi halaman rumah saja. “Kalau sekarang air masuk kedalam rumah, dimana-mana, dari mulai teras, ruang tamu, kamar sampai dapur. Lumayan juga tingginya sampai setinggi lutut,” ungkap Lia.

Akibat banjir yang terjadi Senin sore kemarin, diketahui informasi rumah yang digenangi air mencapai belasan. Delapan rumah di sisi kiri jalinbar (dari Gisting-Talang Padang) dan delapan rumah dari sisi kanan jalinbar (Talang Padang-Gisting). Dari kedua sisi itu yang sulit diatasi adalah air yang di sisi kiri. Sebab permukaan tanah rata, air dapat surut apabila dranase di sisi jalinbar surut. Sedangkan untuk di sisi kanan air lebih mudah keluar karena permukaanya miring dan air mengalir ke perkebunan belakang rumah warga yang permukaanya lebih rendah.

Kemudian dengan tergenangnya jalinbar membuat arus lalu lintas macet dan tersendat. Sebab banyak sepeda motor yang melintas mengalami mogok, sementara kendaraan roda empat tampak terpaksa melaju dengan kecepatan rendah. Panjang kemacetan pun mencapai satu kilometer dari kedua arah. Anggota Satlantas dan Polsek Talang Padang yang dibantu TNI berusaha memperlancar arus lalulintas. Namun usaha tersebut seakan sia – sia disebabkan jumlah kendaraan yang memang padat di waktu sore hari. Kemacetan sendiri baru bisa terurai sekitar pukul 18.00 WIB. “Kami inginnya saluran air di sini diperbaiki, kami minta pihak pemerintah supaya bisa segera memperbakinya, sebab setiap turun hujan selalu banjir, dan kalau dibiarkan terus kondisininya, ya akan seperti ini,” harap Raidalina.(Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *