GP Ansor Tuba Gelar PKD

HARIANFOKUS.com-Dalam rangka meningkatkan kapasitas kemampuan dan kepemimpinan, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Tulangbawang menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar. Adapun kegiatan itu berlangsung di Pondok Pesantren Baitul Quran, Lingkungan Bujung Tenuk, Kelurahan Menggala Selatan, Kecamatan Menggala.

Kegiatan itu telah di buka pada Kamis 16 Juni lalu, sampai penutupan tanggal 18 Juni 2016 kemarin. Dengan materi yang diberikan antara lain ke NU an, ke Ansor an, Alussunnah Wal Jamaah dan Amaliyahnya yang disampaikan oleh Sahabat Muhyidin Thohir, instruktur nasional yang juga mantan Sekretaris PW Ansor Lampung.

Dalam materi keorganisasian, ke Indonesiaan, psikologi massa disampaikan oleh Drs. Maskut Candranegara, yang adalah mantan Wasekjen PP GP Ansor. Sedangkan khusus untuk materi kepemimpinan disampaikan oleh Heri Wardoyo, Wakil Bupati Tuba, yang juga merupakan Ketua Dewan Masjid Kabupaten Tuba.

Hadir juga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tuba, Reka Punnata juga hadir bersama dua komisionernya, yaitu Feri Yanto, dan Hernantori, yang bertujuan untuk menyampaikan materi ke pemiluan.

Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 40 orang yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tuba, Hariyanto mengatakan bahwa pelatihan kepemimpinan ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi kader ansor.

“Selama ini yang di genjot program kaderisasi di Tuba adalah Diklat Dasar Banser (Barisan Ansor Serba Guna) bahkan sudah sembilan kali angkatan, dan telah menghasilkan Banser baru 1.140 orang, yang diharapkan kedepan Diklatsar dan Pelatihan Kepemimpinan Dasar akan sama sama digencarkan,” Kata Hariyanto.

Dilanjutkanya, hal ini dilakukan berujuan supaya peningkatan kapasitas kepemimpinan dapat terus meningkat. Sehingga organisasi semakin kuat dan maju, meski ditengah makin kompleksnya tantangan organisasi.

“Makin banyaknya ideologi ekstrim yang muncul, faham radikal yang radikal, dan bertentangan,” ucapnya.

Karena, sambung Hariyanto, semakin besarnya organisasi Ansor di Tuba, yang harus di manage dengan modern, sebagaimana dikatakan salafusshalih, jika pemuda kuat maka akan majulah suatu masyarakat, tapi jika pemudanya lemah, maka akan hancurlah masyarakatnya.

“Berbagai tantangan yang muncul harus disikapi dengan cepat, sigap dan cerdas, inilah kenapa program saya diperiode kepemimpinan yang kedua ini (2016-2020) adalah Penguatan Ranting Berbasis Masjid, sebab Ranting sebagai ujung tombak organisasi harus kuat dan sehat, dan jadinya masjid harus di makmurkan oleh kader ansor sehingga perjuangan dan kehidupan kader ansor insya allah barokah,” ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Bupati Tuba, Heri Wardoyo menyampaikan materi kepemimpinan tersebut, mengatakan bahwa setiap ada pemimpin yang dilahirkan maka sebelumnya pasti ada penciptaaan dan perekrutan.

“Sama halnya dengan organisasi pemuda seperti Ansor, merupakan wadah penggodokan calon pemimpin, kader akan menghadapi berbagai tantangan, masalah dan konflik sehingga mematangkan kapasitas pribadi, dan Ansor di Kabupaten Tuba sangat luar biasa, memiliki aura yang hebat,” ungkapnya.
Maka dari itu, untuk meningkatkan kapasitas kemampuan kepemimpinan pengurus gerakan pemuda ansor di cabang Kabupaten sungguh sangat harus di oftimalka, sebab hal ini sangat bermanfaat karena dapat menjadikan organisasi Ansor, organisasi yang tangguh.

“wajar jika saat ini Hariyanto dipercaya melanjutkan kepemimpinan periode kedua, sebab Ansor terlihat semakin cerdas dan dapat sangat bermanfaat diberbagai peluang dalam proses pembangunan di Tuba, bergandengan tangan, bersinergi dengan pemerintah dibawah kepemimpinan bapak Bupati, Hanan Rozak dan saya selalu wakil Bupatinya masyarakat Tuba,” terang mantan jurnalis ini. (saidi).

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *