Parpol Bersekutu Tumbangkan Handoyo

HARIANFOKUS.com- Calon petahana Tulangbawang Hanan A Rozak dan Heri Wardoyo patut waspada pada pilkada tahun mendatang, Februari 2017. Pasalnya, beberapa parpol, baik yang telah mengusungnya pada pilkada periode lalu maupun bukan, mengaku sudah kecewa dan akan mencari lawan untuk menumbangkan sang petahana.

Seperti PDIP, partai yang dikomandoi Sjachroedin ZP ini mengaku sudah kecewa dengan sang petahana yang dinilai gagal memimpin Tuba dan dianggap tidak loyal kepada partainya.

Selain itu, mantan Gubernur Lampung dua periode ini mengaku sudah memplot atau memperuntukan perahu partainya ke kader terbaiknya, Winarti yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Tuba sekaligus Ketua DPRD setempat.

“Yang namanya kader itu harus punya KTA, tanya sama Hanan, dia punya kartu anggota tidak. Dia loyal gak sama PDIP,” kata politisi yang terkenal ceplas-ceplos ini, beberapa waktu lalu.

Menurut seteru Alzier ini, meski kewenangan untuk mengusung paslon ada ditangan DPP, namun rekomendasi dari daerah menjadi pertimbangan utama DPP untuk memutuskan siapa paslon yang layak untuk diusung.

“Kewenangan kan di DPP. DPP yang memutuskan, termasuk memanggil dia (Winarti) untuk mengikuti FPT di DPP. Itu kan kehendak DPP. Artinya DPD sudah mulai mengerucutkan nama, kita juga dalam waktu dekat akan ke DPP untuk menyampaikan hal ini sekaligus memberi alasan ke DPP soal usulan nama calon yang kita ajukan ini,” terangnya.

Pria yang kerap disapa Oedin ini, memastikan partai tidak akan main-main pada pilkada tahun ini. PDIP menargetkan kemenangan disetiap daerah yang akan pilkada.

“PDIP yakin dapat memenangkan seluruh kadernya yang akan maju,” ujarnya.

Sementara, PKS yang juga salah satu parpol pengusung Handoyo pilkada lalu, mengaku akan memprioritaskan kadernya untuk maju pilkada. Ketua Bapillu PKS Lampung, Antoni Imam mengatakan, PKS akan mengusung kader internal partai merupakan harga mati pada pilkada tahun mendatang.

“Kami memang tidak bisa mengusung calon tanpa berkoalisi, tapi kami tetap akan memprioritaskan kader kami untuk maju. Mereka kan (Hanan A Rozak- Heri Wardoyo, red) mengaku akan berpasangan lagi, nah partai kami jelas akan memperuntukkan perahu untuk kader kami,” ungkapnya.

Sementara, Partai Demokrat mengaku sedang membahas hasil survey yang telah dilakukan beberapa minggu lalu. Politisi Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad mengatakan, pihaknya belum memutuskan paslon yang diusung pada pilkada serentak tahun mendatang, termasuk di Tuba.

“Kami belum dapat memastikan siapa yang akan kami usung, karena survey saja baru selesai. Nanti kelihatan siapa calon yang mempunyai popularitas dan elektabilitas yang tinggi. Hasil ini akan menjadi rujukan kira-kira siapa calon atau paslon yang akan kami usung,” kata pria yang akrab disapa Fajar ini.

Perlu diketahui parpol pengusung Handoyo pada pilkada periode lalu yakni, Demokrat, PDIP, PPP, Gerindra, PBR, PPI, PBB, PKS, PKPB, PDK, PPNUI. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *