1 views

Terjun Langsung, Wabup Lamsel Mediasi Warga dengan Perusahaan

HARIANFOKUS.com-Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) Nanang Ermanto terjun langsung ke masyarakat untuk mengatasi kerusakan jalan di Desa Pardasuka dan Babatan, Kecamatan Katibung. Kerusakan jalan diduga kuat karena kendaraan yang melintas melebihi tonase.

Nanang yang bertemu langsung disalah satu rumah warga, antara warga dan beberapa perwakilan pihak perusahaan yang terkait. Sebelumnya, Wabup Nanang Ermanto menyempatkan diri, melihat kondisi jalan rusak di Desa Pardasuka dan Babatan.

Warga menuntut perusahaan untuk memperbaiki jalan rusak yang disebabkan sering dilintasi oleh kendaraan berat melebihi tonase milik perusahaan tambang dan ternak dikecamatan setempat.

“Saya minta segera pihak perusahaan melakukan perbaikan jalan yang rusak. Tidak ada kata tunda menunda, saya melihat kondisi jalan benar-benar rusak parah,” pinta politisi PDIP ini.

Sebelumnya sebanyak 130 warga dari Desa Babatan dan Pardasuka, Kecamatan Katibung menggelar aksi demo dilokasi jalan rusak, Selasa 1 Maret 2016 lalu sekitar pukul 10.30 WIB dan melakukan pemblokiran serta penanaman pohon pisang.

Salah satu warga yang berdemo, Edi Gunawan (42) mengatakan, pihaknya meminta ketegasan atau komitmen pihak perusahaan tambang batu, agar segera memperbaiki jalan yang berlubang dan rusak parah penghubung dua desa tersebut.

“Tuntutan warga ini berdasarkan janji perusahaan, pada bulan November 2015 pernah bertemu warga, lalu berjanji akan memperbaiki jalan. Kamin sudah duduk bersama pihak perusahaan dan uspika membahas masalah ini. Pada pembahasan tersebut beberapa waktu lalu tanpa dihadiri pimpinan perusahaan hanya diwakili bawahannya. Berjanji menyanggupi permintaan warga memperbaiki jalan di Bulan Febuari 2016. Tapi, nyatanya sampai hari ini, tidak ada kejelasannya,” ungkapnya.

Demikian juga dikatakan, Anton (27), aksi pemblokiran dan penanaman pohon pisang, lantaran warga merasa kecewa dan kesal dengan kendaraan berat milik perusahaan yang diduga melebihi muatan, sehingga berdampak jalan menjadi rusak parah.

“Kami meminta pihak perusahaan (tanpa menyebutkan kendaraan milik perusahaan siapa, ed) secepatnya, memberbaiki jalan di desa kami. Karena jalan sudah rusak parah akibat menjadi jalur lalu lintas kendaraan perusahaan mereka,” ungkapnya.

Dijelaskannya, disaat musim kemarau berlangsung dijalan tersebut dipastikan banyak debu betebaran akibat embusan kendaraan berat. Selain itu, debunya berdampak pada pemukiman warga.

“Saat musim kemarau, jika kendaraan roda empat melintas, debunya luar biasa banyak, berterbangan masuk kedalam rumah, mau tidak mau warga sekitar  tiap hari terpaksa menghirup udara berdebu yang berasal dari jalan rusak tersebut. Demikian juga sebaliknya,” tandasnya. (kom/win)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *