8 views

Erwin Nizar Lebih Layak Nama Bandara Ketimbang TK

HARIANFOKUS.com- Berdirinya Bandara Serai, berkat perjuangan Erwin Nizar. Bahkan, pergantian nama Bandara Serai dengan nama Taufik Kiemas, sebagai upaya dan bentuk penghianatan sejarah. Pasalnya, PDIP Lambar melalui ketuanya, Mukhlis Basri sempat menolak berdirinya Bandara Serai.

Anggota DPRD Lampung, Mirzalie mengatakan, sejarah berdirinya Bandara Serai dipelopori Mantan Bupati Lampung Barat, Erwin Nizar ketika itu Pesisir Barat masih bergabung dengan Lampung Barat. Dibangunnya Bandara Serai, merupakan bentuk antisipasi bencana alam, karena ketika itu jalan Krui- Kota Agung belum ada, hanya Krui-Liwa.

“Sejarahnya dulu, ketika itu peristiwa pasca Tsunami banyak daerah yang terisolasi. Di Lampung mengidentifikasi daerah mana saja yang rawan bencana alam. Nah, di Lampung ini salah satunya di Pesisir yang sangat rawan bencana. Alm. Erwin Nizar ketika itu menjabat sebagai Bupati Lambar berjibaku membuat proposal untuk menanggulangi bencana alam. Dan alhamdulillah dibuat bandara itu. Selain untuk antisipasi bencana alam, bandara juga dimaksudkan sebagai alat transportasi hasil angkut sumber daya alam di Krui. Karena Krui, menurut penelitian dari Jepang, dulu banyak potensinya. Tapi aksesnya sangat sulit, apalagi jalur laut. Jadi bukan untuk angkut penumpang,” kata dia kepada harianfokus.com, Selasa (28/6).

Menurut politisi Partai Golkar ini, meskipun pergantian nama Bandara Serai itu merupakan wewenang daerah, dalam hal ini Kepala Daerah dan Wakil Rakyat, tapi harus memperhatikan keinginan masyarakat.

“Pembangunan bandara itu tidak serta merta, ada orangnya dan ada warga yang bersedia menghibahkan tanahnya. Kalau saja waktu itu almarhum (Erwin Nizar, red) egois, mungkin sudah dipasang nama dia. Tapi, itu tidak dilakukannya, karena ia sangat mensupport kearifan lokal. Makanya, nama bandara tersebut dinamakan Bandara Serai, karena memang lokasinya ada di Pekon Serai. Dengan begitu, daerahnya pun ikut terangkat,” terangnya.

Ditegaskannya, pergantian nama Bandara Serai sah-sah saja, tetapi harus dijelaskan kepada masyarakat dan memiliki dampak positif ke daerah tersebut.

“Itu yang saya katakan tadi, bahwa berdirinya Bandara Serai itu buka serta merta,ada historinya. Kalau dulu dinamakan Bandara Serai jelas ada untungnya, kalau sekarang mau diganti Taufik Kiemas, apa juntrungannya,” tegasnya.

Senada disampaikan, Anggota DPRD Lampung F-PKS, Akhmadi Sumaryanto. Menurut dia, pergantian nama Bandara Serai tidak masalah, asalkan menampilkan icon daerah tersebut.

“Kalau saya sih monggo-monggo saja, cuma apa iya sih tidak ada nama lain yang menjadi icon Pesisir Barat,” kata anggota DPRD Lampung dari Dapil Pesisir Barat, Lambar, dan Tanggamus ini.

Diterangkannya, Pemkab harus jeli melihat pergantian nama Bandara Serai, apalagi diketahui Taufik Kiemas tidak terlalu ditokohkan di Pesisir Barat. Karena, garis keturunnya di Krui sudah jauh.

“Mungkin kalau nama Taufik Kiemas itu cocoknya di Kayu Agung atau daerah Palembang sana, karena memang mungkin kakeknya yang dari Pesisir Barat, tapi besarnya di Palembang. Garis keturunnya sudah jauh,” tandasnya.

Sebelumnya, warga dan mahasiswa yang berasal dari Pesisir Barat ikut menolak pergantian nama Bandara Serai menjadai Bandara M Taufik Kiemas. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *