1 views

Warga Sekincau Desak Pemerintah Bangun TPAS

HARIANFOCUS.com – Akibat belum adanya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS), kondisi serakan sampah di Kecamatan Sekincau, Kab Lampung Barat (Lambar) cukup memperihatinkan. Lantaran banyak limbah keluarga yang dibuang warga bukan pada tempatnya yang pas. Sehingga, warga mendesak pemerintah setempat untuk mencari solusinya.

Sebagaimana dikemukan Nasrun (36), saat ini beberapa jalan umum dijadikan tempat pembuangan sampah masyarakat. Seperti dijalur menuju kantor kecamatan, persisnya diperbatasan Pekon Giham Sukamaju dan Pekon Pampangan, kemudian dijalan lingkar (jaling) Balai Pekon Giham. Dan belum dilokasi lainnya.

“Saya melihat kondisi itu nantinya akan menjadi satu masalah jika tidak dilakukan antisipasi dini sejak saat ini.Karena, dapat dilihat dibeberapa titik yang dijadikan tempat buang sampah sudah kurang sedap dilihat dan mengeluarkan bau yang tidak sedap,” terang dia, Kamis (30/6).

Dan atas keperihatinannya itulah, pihaknya meminta kepada pemerintah melalui dinas instansi yang berwenang, melakukan upaya mengatasi limbah keluarga yang secara berlahan akan menjadi masalah dan merusak keindahan dan kebersihan lingkungan.

“Kalau sudah seperti ini harapan kami sebagai rakyat jelata, pemerintah dapat memberikan upaya seperti pebuatan lokasi sampah yang memang sesuai ketentuan,” harapannya.

Sementara terpisah, Camat Muzakar, S.E., menyambut baik apa yang disampaikan warga tersebut. Dimana dirinya juga mengakui bahwa saat ini banyak lokasi yang seharusnya bukan tempat pembuangan sampah. Tapi dijadikan lokasi buangan sampah. Seperti yang disebutkan Nasrun diatas.

“Kalau melihat kondisi yang terjadi saat ini memang betul tumpukan sampah dilokasi-lokasi itu sudah mengganggu, seperti mengeluarkan bau yang tidak sedap dan menjadi sarang kuman penyakit,” jelasnya

Sehingga pada kesempatan itu Muzakar berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Lambar untuk mengupayakan pembangunan TPAS, sehingga kecamatan itu memiliki tempat pembuangan sampah.

“Semakin hari pemukiman terus bermunculan dan semuanya pasti setiap harinya mengeluarkan limbah. Sedangkan tidak ada tempat pembuangganya. Jika ini terus seperti ini bakalan jadi masalah dikemudian hari, sepertihalnya dikota-kota,” ujarnya.

Sementara terkait sudah digulirkan bantuan sarana prasarana pengolahan sampah di Kelurahan Sekincau. Muzakar membenarkan, namun hanya diperuntukan untuk pengolahan sampah kelurahan tersebut sendiri.

“Yang terjadi saat ini tumpukan sampah di Pekon Giham Sukamaju, dengan masyarakat yang membuang juga mungkin dari Pekon Pampangan,” tandasnya. (ndi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *