20 views

Tahun Depan, Agus Kucurkan 10 Juta Tiap Pekon Dana Kaciceran

HARAINFOKUS.com– Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Agus Istiqlal menjanjikan akanmengucurkan dana Rp 10 Juta tiap pekon untuk dana halal bi halal Kaciceran. Dana tersebut nantinya berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) di kabupaten tersebut. Hal ini disampaikan Agus saat memberikan sambutan sekaligus pembukaan Kaciceran di Pekon Lemong, Kec Lemong pada beberapa waktu yang lalu.

Pria yang akrab disapa Udo Lal ini mengatakan, Budaya Kaciceran yang menjadi agenda rutinitas di Kecamatan Lemong dan Pesisir Utara usai perayaan Hari Raya Idul Fitri patut diapresiasi dan dilestarikan.

Nyakku pastiko tahun hadap ngeniko bantuan 10 Juta tiap pekon si digunako pakai kaciceran. (Saya pastikan tahun depan akan memberikan bantuan 10 Juta setiap pekon/ desa untuk dana kaciceran),” kata Agus seraya disambut tepuk tangan para hadirin.

Udo Agus berpesan agar masyarakat Pesisir Barat untuk tidak malu memperkenalkan budayanya dan tetap mempertahankan adat berbahasa Lampung.

Dang liom-liom pakai bahasa gham ji, sinjilah kebanggan gham. (Jangan malu-malu menggunakan bahasa kita(Bahasa Lampung, Red), ini (Bahasa Lampung) merupakan kebanggan kita),” ucapnya.

Agus juga menjanjikan pekerjaan yang layak kepada masyarakat Pesisir Barat, terutama yang pernah sekolah di perguruan tinggi. Hal ini dilakukan untuk mensupport pembangunan kabupaten terbungsu di Lampung ini.

Ghatong tunggako nyak langsung. Pastiku teken untuk honorer daerah. (Silahkan temui saya langsung, pasti saya langsung Acc (accept,” ujarnya.

Sementara, Peratin Lemong Yumansir mengapresiasi atas kedatangan Agus Istiqlal dan rombongannya. Menurut dia, kedatangan Agus dan rombongan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lemong.

“Selamat datang dan terimakasih kepada Bapak Bupati beserta rombongan yang hadir. Kaciceran ini merupakan budaya turun-temurun kami,” kata dia.

Yumansir berharap janji Agus Istiqlal untuk memberikan bantuan dana Kaciceran tahun depan benar-benar terealisasi demi menjaga budaya seni yang khas menggunakan rebana sebagai alat musiknya.

“Semoga apa yang dijanjikan pak Bupati benar-benar terealisasi,” tegasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *