Oknum Brimob Tuba Dilaporkan Warga

HARIANFOKUS.com- Warga Kabupaten Waykanan melaporkan oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) Kompi Menggala, Tulangbawang ke Markas Besar (Mabes) Koprs Brimob Lampung. Oknum berinisial BP tersebut dilaporkan atas dugaan telah melakukan tindak pidana (Melawan Hukum) dengan merusak atau menggusur tanaman warga.

Terlapor yang merupakan warga setempat dan merupakan pemilik tanaman (Tanaman Singkong, Red) Armada Milza mengaku resah atas aksi arogan yang dilakukan oleh Oknum BP. Atas penggusuran atau pengerusakan yang dilakukan oknum BP, seluas ¾ Ha lahan kebun Singkong miliknya tidak membuahkan hasil.

“Pada tanggal 25 Agustus 2016, oknum Brimob BP telah merusak tanaman Singkong dengan luas ¾ Ha milik saya. Atas aksi brutal oknum tersebut, saya tidak dapat panen. Dia (Oknum BP) mengaku tanah yang diatasnya saya tanami singkong itu miliknya yang dia beli dari salah satu warga,” kata Armada saat ditemui di Mabes Koprs Brimob Lampung, Senin (29/8).

Armada juga mengatakan, oknum BP telah berbohong karena telah mengaku membeli tanah yang terletak di Desa Karta Jaya, RK III/ RT III Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Waykanan. Mengingat, sambung dia, tanah tersebut merupakan tanah milik keluarganya yang digarap secara turun temurun untuk bercocok tanam.

“Asal usul tanah itu adalah milik Stan Putu pada tahun 1960. Terus diwariskan kepada bapak saya yang bernama Herman pada tahun 1980 atas pengesahan Kepala Desa Karta Jaya tertangal 5 September 1996 dengan Nomor.07/SKT/1996. Kemudian tanah diwariskan kepada saya (Armada Milza, Red). Jadi kalau oknum mengaku membeli tanah tersebut, tunjukan bukti otentiknya,” jelas dia.

Dijelaskannya, bukti bahwa tanah yang digarap merupakan tanah milik keluarganya itu dibuktikan bahwa pada tahun 2004 PT. Pemuka Sakti Manis Indah (PT.PSMI) mengakui kepemilikan tanah tersebut dengan meng-inclave-kan kepada ahli waris (Herman Bin St. Putu, Red) dengan dibuktikan surat keterangan Tim Delapan yang ditandatangani oleh perwakilan PT.PSMI dan Kades Karta Jaya beserta Dandim Lampung Utara.

“Ini sudah jelas kalau tanah yang itu milik keluarga saya atau pemilik pertama adalah kakek saya (Stan Putu). Bukti pendukung lainnya juga telah kita simpan untuk bahan tambahan laporan ke Mabes Brimob ini,” tambahnya.

Sebelumnya, Armada telah melaporkan kasus yang dilakukan oleh oknum BP ke polsek setempat namun tidak diindahkan. Hingga akhirnya dirinya melaporkan ke Markas Brimob Lampung. “Sempat laporan ke polsek setempat. Tapi tidak ada kejelasan,” tandasnya. (win)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *