0 views

Meski Defisit, Program Bedah Rumah Herman HN Tetap Jalan

HARIANFOKUS.com Keuangan Pemerintahan Kota Bandarlampung saat ini memang masih diposisi titik nadir alias defisit. Namun demikian, tidak lantas membuat pemkot yang dipimpin Herman HN ini menghapus atau mengurangi program unggulannya, yakni bedah rumah tahun ini.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemrintahan dan Kelurahan (BPMPK) Kota Bandarlampung, Ramlan Amron menyampaikkan, untuk program bedah rumah tahun ini tetap dilaksanakan dan sekitar 400 rumah sudah diprogramkan.

“Bedah rumah tahun 2016 ini, sebanyak 400 rumah, total anggran Rp15 juta per rumah, dengan total anggaran Rp 600 juta, yang tersebar di 126 kelurahan,” ujar Ramlan, saat hearing APBD Perubahan Tahun Anggaran (TA) 2016 di Komisi IV, DPRD setempat, Selasa (30/8).

Untuk kreteria warga yang mendapatkan bedah rumah sendiri dijelaskannya, antara lain, lahan rumah milik pribadi, ada informasi masalah kepemilikan, keluarga tidak mampu, rumah tidak layak huni dan masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ya bedah rumah ini masuk di bansos (bantuan sosial) yang langsung dari Bagian Keuangan Pemkot. Jadi, kami ini BPMPK hanya memonitoring dan fasilitator saja, kita yang mengawasinya dan yang mengelola dari kelurahan masing-masing,” terangnya.

Untuk anggaran BPMPK Kota Bandarlampung, terus Ramlan tahun 2016 total, APBD murni Rp 4,9 Miliar lebih. Di APBD perubahan BPMPK dirasionliasi menjadi Rp 750 juta, sehingga total anggaran TA 2016 menjadi Rp 3,4 Miliar lebih.

“Ya tapi pas rapat TAPD kemarin kita harapkan rasionalisasi tidak membabi buta, terutama progres dalam kegitan yang menyentuh masyatakat langsung,” ungkapnya.

Sejauh ini, terus Ramlan, capaian kegiatan BPMPK Kota Bandarlampung, hanya sekitar 10 persen.

“Banyak kegiatan yang belum terlaksana, karena mengingat kondisi keuangan pemkot. Seperti program peningkatan, pemberdayaan masyarakat, program kinerja dan pengembangan sistem, penilaian pembinaan kelurahan Rp 230 juta relaisasi Rp110 juta,” ucapnya.

Serta pemantapan dan pembinaan LPM juga belum terealiasasi, pembutan profile, Rp50 juta tealisasi Rp10 juta. Program penanggulangan kemiskinan, P2KP Rp 700 juta baru realisasi Rp 24 juta. Untuk program pemberdaanan masyarakat, serapan anggraan PMK, total capaian sekitar 10 persen.

“Untuk program kemiskinan, Insa Allah amanah tetap kami pegang, kemudian, rasionalisasi, kita sifatnya untuk PMDK, yang langsung bedah rumah tetap tidak berkurang dan ini masih tetap berjalan. Kami optimis bedah rumah terealisasi,” paparnya.

Hadir dalam hearing anggaran perubahan tersebut, dipimpin Wakil Ketua Komisi Abdul Salim, Suwondo, Pebriani Fiska dan Nani Mayasari. Dalam kesempatan itu juga, Pebriani Fiska menjelaskan, terkait program bedah rumah yang belum terlaksana, diharapkan rasionalisasi tidak ada di program kemiskinan.

“Ada pengurangan di perubahan Rp750 juta, saya harapkan tidak menggangggu program seperti bedah rumah dan program kemiskinan lainnya. Sayang, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat, sedangkan program walikota Bandarlampung Herman HN mengentaskan kemiskinan dan membuat masyarakat sejahtera,” paparnya.

Bedah rumah di APBD induk, imbuh politisi Demokrat ini, diharapkan terealisasi dengan baik.

“Saya yakin program bedah rumah terlaksana dengan baik. Hemat saya, penanggulangan kemiskinan jangan banyak-banyak dipangkas,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *