24 views

DPRD Lampung Tampung Aspirasi Warga Korban PT BNIL

HARIANFOKUS.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung langsung merespon persoalan warga Tulangbawang yang melakukan demonstrasi di Gedung DPRD dan Pemprov Lampung. Warga mengadukan PT BNIL telah mencaplok lahan milik warga.

Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, mengatakan, pihaknya akan mendalami terlebih dahulu terkait kasus tersebut dengan berkoordinasi dengan DPRD Tulangbawang.

“Kita koordinasikan dahulu dengan Dewan Tuba.Insya allah kita perjuangkan, dan apabila memang itu hak masyarakat, kita minta agar dikembalikan,” kata dia, Kamis (8/9).

Politisi PDIP ini enggan berandai-andai terkait langkah apa yang akan diambil.

“Kami akan mempelajari terlebih dahulu data-data yang dilaporkan.Apakah nanti akan bentuk pansus atau seperti apa, kita lihat nantinya,” ujarnya.

Dedi menyampaikan, bahwa pihaknya pernah memanggil PT BNIL hearing, namun belum menemukan solusi, karena yang hadir bukan pimpinan PT BNIL.

“Pernah hadir perwakilan, tapi pimpinannya belum hadir. Nanti kita panggil ketiga kalinya,” ungkapnya.

Sementara, perwakilan warga, Raja Alam menceritakan bahwa, selama 25 tahun tahun warga dicaplok pihak PT. BNIL dari tahun 1991 hinggga tahun 2016.

Menurutnya, mengadu ke Pemprov dan DPRD Lampung merupakan langkah terakhir. Karena, di daerah tidak mampu memberikan solusi.

“Sampai saya ini di Penjara tahun 1972, ditahan di Polwil (saat ini Polda Lampung,red) waktu itu masih Polwil, karena masalah lahan ini. Tanggal 28 Desember kami diperiksa langsung ditahan di Polwil dengan Camat karena kami itu dianggap tanah itu tanah negara, padahal tanah itu tanah ulayat yang dihapus. Kami minta dengan hormat kepada Ketua DPRD dan Gubernur, kami minta karena inu data-datanya ada. Kalau memang ini kami dinyatakan salah ya jelaskan, karena waktu itu ada surat dari Gubernur zaman Pujono Pranyoto, dan tim dari Mendagri yang waktu itu demo. Didalam surat itu masyarakat ditanggung sertifikat tanahnya,”kata Raja Alam dihadapan dewan. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *