18 views

Aktivis Unila Serukan Waspada Kebakaran Hutan

HARIANFOKUS.com-Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila)  menyerukan agar masyarakat Lampung mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Seruan tersebut dilakukan dalam bentuk aksi massa di Tugu Adipura, Bandarlampung, Senin (19/9).

“Kami mengimbau masyarakat dan pemerintah agar mewaspadai kebakaran hutan yang berdampak pada kerusakan hutan, bencana asap, kerugian ekinomi dan imbasnya dalam jangka panjang dapat mempengaruhi perubahan iklim,” kata Presiden BEM UNILA Ahmad Nur Hidayat dalam orasinya.

Dijelaskannya, berdasarkan data Kementrian Kehutanan sedikitnya 1,1 juta hektar atau 2 persen hutan Indonesia menyusut setiap tahunnya. Dari data itu juga disebutkan jika hanya tinggal sekitar 130 juta hektar hutan yang tersisa di Indonesia.

“Sebanyak 42 juta hektar diantaranya sudah habis ditebang,” ujar dia.

Kebakaran hutan ujarnya penyumbang pertama kerusakan hutan. Kebakaran tersebut terus terjadi karena adanya pembakaran lahan yang sengaja dilakukan oknum petani. Akibat kebakaran hutan itu lanjutnya, sudah menyebabkan kerugian ekonomi mencapai Rp 200 Triliun.

Kementrian Kesehatan sambungnya, sudah melaporkan 425,377 orang menderita infeksi salutan pernapasan atas (Ispa). Selain itu data BNPB menyatakan 10 orang meninggal akibat kabut asap pada periode Juni-November 2015 lalu.

Sementara kata Nur Hidayat, berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup total luas hutan yang sudah terbakar mencapai 2,1 juta hektar, dengan Pulau Sumatera dan Kalimantan yang paling kena dampaknya berdasarkan data Lembaga Pemerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Masih kata dia, Lampung memiliki luas hutan sekitar 1.083.749 hektar. Namun 60 persennya saat ini dalam kondisi kritis. Kerusakan terjadi selain karena kebakaran juga karena perambahan hutan dan pembukaan lahan oleh perusahaan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan dan keseimbangan alam.

Dia menambahkan, tahun 2016 tercatat peningkatan drastis kebakaran hutan dibandingkan 2015. Dalam hal ini laju deforestasi juga meningkat tajam. Pada tahun 2015 lalu ujarnya kebakaran hutan dan lahan mencapai 19.695,86 Ha.

Data BMKG ujarnya, setiap musim kemarau di Lampung mencatat sedikitnya terjadi 5 titik api yang tersebar di 5 wilayah yakni Mesuji, Waykanan,Tulangbawang Barat bagian utara,Tulangbawang dan Lampung Timur.

“Seluruh titik api itu berada di lahan hutan,” ujarnya.

Untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan, menurutnya harus dilakukan pencegahan. Pencegahan bisa dilakukan dengan tindakan preventif hingga penyadaran dan sosiaalisasi agar tidak melakukan pembakaran hutan.

“Kami juga meminta pemprov Lampung agar segera membuat regulasi yang tegas terkait pencegahan pembakaran hutan. Selain itu harus diatur sanksinya bagi para pelaku pembakaran hutan,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *