Dewan Temukan 30 Perizinan Tumpang Tindih

HARIANFOKUS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung dalam hal ini Komisi I menemukan 30 perizinan usaha yang tumpang tindih. 30 perizinan tumpang tindih tersebut dikelaurkan oleh 12 satker yang ada di Provinsi Lampung.

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Mirzalie mengatakan, persoalan perizinan merupakan persoalan yang serius karena menyangkut kepatuhan satker terhadap pelaksana perundang-undangan dan kepastian hukum kepada masyarakat maupun investor terhadap usahanya.

“Terkait dengan apa, terkait dengan izin – izin usahanya,” kata Mirzalie, Jum’at (21/10).

Menurut dia, berdasarkan perundang-undangan dari PP dan Pergub perizinan hanya boleh dikeluarkan oleh badan terintegrasi yakni (badan penanaman modal satu pintu).

“Hasil hearing kita ini menunjukan bahwa hasil pelaksanaan¬†perundang-undangan, PP, dan Pergub kita agak kecewa, karena ini berlangsung sudah lama,” ungkapnya.

Politisi Golkar ini menjelaskan lebih detail, masalah perizinan diatur dalam uu diatur secara khusus yakni UU 30/2014 tentang administrasi pemerintahan pasal 8 ayat 1 dan 2, bahwa setiap keputusan dan tindakan harus diputuskan oleh badan yang berwenang sesuai UU.

“Dalam perizinan itu harus satu pintu, tetapi hasil hearing kita ada 30 perizinan yang tidak dikeluarkan oleh badan terintegrasi, salah satunya izin reklamasi. Perizinan itu tidak boleh dikeluarkan oleh satker-satker, harus satu pintu, inikan tumpang tindih,” terangnya.

Dipastikannya, pihaknya akan kembali menjadwal ulang pemanggilan terhadap 12 satker yang mengeluarkan perizinan.

“Kita mau tahu bagaimana kekuatan hukumnya, karena ini ditakutkan akan menjadi persoalan,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Komisi I, Dinas Perhubungan merupakan dinas yang paling banyak mengeluarkan surat izin yakni 13 perizinan. Misalkan izin reklamasi dilaut regional dan reklamasi pelabuhan khusus.

“Nanti akan kita sampaikan kepada pimpinan dan kita akan memanggil satker-satker terkait. Ini persoalan serius,” tandasnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *