72 views

Rekanan Ancam Nunik Laporkan ke Kejagung

HARIANFOKUS.com – Sejumlah rekanan tergabung dalam Ikatan Kontraktor Lampung Timur (Ikon Lamtim) yang melaporkan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim (Nunik) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati Lampung) pada Senin (30/10/2016), berencana akan kembali melaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Ya, kami akan kembali melaporkan ke Kejagung, saat ini sedang melengkapi berkas-berkas yang diperlukan,” kata juru bicara Ikon Lamtim Mukaram Sanjaya saat dihubungi via telepon, Rabu (2/11/2016).

Ketua Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSN-PB ) Lampung Timur itu mengatakan masih mencari waktu yang tepat untuk berangkat ke Kejagung.

“Tinggal mencari waktu yang bagus lah, mungkin sekitar tanggal 7 November besok. Kami perwakilan saja yang ke Jakarta mungkin sekitar 20 an orang,” terang dia.

Menanggapi pernyataan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Yadi Rachmad yang mengatakan jika laporan Ikon Lamtim, sudah di proses dan ditindaklanjuti dan saat ini berkasnya sudah sampai di meja pimpinan Mukaram mengaku memberikan apresiasi.

“Tapi kami tidak serta merta percaya, kami sudah kenyang dengan kata-kata sudah ditindaklanjuti. Kami akan terus kawal kasus ini hingga tuntas, kalau perlu dalam waktu dekat kami juga akan menggelar unjuk rasa ke Kejati,” kata dia.

Dirinya mengaku motif melaporkan Bupati Nunik yang juga mantan anggota DPR RI dari PKB itu semata-mata agar tidak lagi terjadi hal serupa.

“Sudah cukuplah, jadi bupati itu kan harus adil. Janganlah menggunakan kekuasaannya untuk melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) yang hanya menguntungkan kroni-kroninya. Apalagi sampai melakukan intervensi yang melibatkan orang-orang parpol di lingkaran dia,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Nunik dilaporkan ke Kejati karena diduga telah melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dengan melakukan intervensi dan intimidasi kepada Kadis PU Lamtim, Sahmin Saleh, terkait proyek APBDP 2016 yang berkenaan dengan paket atau proyek pekerjaan pada Dinas PU Lamtim yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sejumlah Rp 93 M.

Kadis PU Lamtim Sahmin Saleh, melalui pernyataan Mukaram Sanjaya mengaku jika dirinya tidak difungsikan terhadap proses lelang dan pembagian proyek tersebut, bahkan paket pekerjaan pada dinas yang dipimpinnya sudah habis dibagikan kepada orang-orang PKB.

Tidak sampai di situ, Kadis PU juga mengaku jika dirinya sering diancam oleh beberapa orang yang mengaku sebagai utusan Bupati Lamtim dengan sikap arogan. Mereka mengancam akan mencopot jabatannya, serta meminta agar segala bentuk lelang proyek DAK diserahkan kepada Bupati.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung, Yadi Rachmad mengatakan, pihaknya sudah menindakkanjuti laporan tersebut dan saat ini berkasnya sudah ada di meja pimpinan.

“Masih kami pelajari, berkasnya sudah di meja pimpinan. Setelah dipelajari baru diketahui bagian mana yang harus kami tangani terlebih dahulu,” kata Yadi, Selasa (1/11/2016). (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *