23 views

Lelang Sudah Dikondisikan, Rekanan Pemenang Proyek Harus Dibuka

HARIANFOKUS.com – Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Lampung Timur mencurigai proses lelang proyek di Pemkab Lamtim memang sudah diatur dan dikondisikan siapa pemenangnya.

“Ya kami menduga memang sudah dikondisikan pemenangnya. Jadi kami meminta agar seluruh rekanan yang jadi pemenang dibuka,” kata Atok Romli, Ketua Gapeknas Lampung Timur saat dihubungi via telepon, Kamis (3/11).

Atok mengatakan Panitia Pokja lelang serta bagian IT yang memodifikasi data dipastikan terlibat dalam pengkondisian tersebut.

“Jika kami lihat, mereka ini kan berkerja atas perintah. Kalau dari pengakuan Kadis PU Lamtim, perintah turun dari oknum anggota PKB,” tegasnya.

Agar proses pengusutan kasus tersebut terang benderang Atok meminta Kejati agar turut memeriksa ahli IT yang bertugas melakukan update data web site milik LPSE proyek Dinas PU Lamtim.

“Ya sebaiknya langsung saja memeriksa ahli IT nya apakah
ada indikasi kesalahan dalam proses lelang on-line LPSE proyek yang ada dinas PU Lamtim ini,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, dengan adanya ahli IT tersebut, maka akan ketahuan bahwa sebenarnya Id Admin yang seharusnya dipakai untuk memferivikasi  berkas dan memeriksa lelang justru disalahgunakan untuk meng-upload data lelang atau ikut campur untuk memasukan data perusahaan.

“Pasti bakal ketahuan untuk up-load data perusahaan mengikuti lelang lokasi terbanyak yang dipakai. Untuk Up-load itu dilakukan di mana, maka akan terbukti semua,” ucapnya.

Masih kata dia, Gapeknas akan turut mengawal kasus tersebut bersama Ikatan Kontraktor Lampung Timur (Ikon Lamtim).

“Kami setuju dan siap mengawal untuk terus dilaporkan ke Kejagung, karena seluruh proyek yang sedang berjalan maupun akan berjalan tidak lagi bersih dan sudah terindikasi korupsi dan permainan oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sementara itu saat hendak dikonfirmasi, Rudi, Ketua Pokja Lelang Proyek Lamtim, ketika dihubungi via nomor ponselnya  082177247xxx dalam kondisi tidak aktif. Begitupun dengan Sekretaris Pokja Siroj, juga dalam kondisi tidak aktif.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah rekanan tergabung dalam Ikatan Kontraktor Lampung Timur (Ikon Lamtim) yang melaporkan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim (Nunik) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati Lampung) pada Senin lalu (30/10/2016), berencana akan kembali melaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Ya, kami akan kembali melaporkan ke Kejagung, saat ini sedang melengkapi berkas-berkas yang diperlukan,” kata juru bicara Ikon Lamtim Mukaram Sanjaya saat dihubungi via telepon, Kamis (2/11).

Ketua Lembaga Palapa Sakti Nusantara Pemersatu Bangsa ( LPSN-PB ) Lampung Timur itu mengatakan masih mencari waktu yang tepat untuk berangkat ke Kejagung.

“Tinggal mencari waktu yang bagus lah, mungkin sekitar tanggal 7 November besok. Kami perwakilan saja yang ke Jakarta mungkin sekitar 20 an orang,” terang dia.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim alias Nunik dilaporkan ke Kejati karena diduga  telah melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Mantan anggota DPR RI dari PKB itu diduga  melakukan intervensi dan intimidasi kepada Kadis PU Lamtim, Sahmin Saleh, terkait proyek APBDP 2016 yang berkenaan dengan paket atau proyek pekerjaan pada Dinas PU Lamtim yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sejumlah Rp 93 M. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *