12 views

Frans Sosialisasi Germas

HARIANFOKUS.com – Anggota Komisi IX DPR RI Frans Agung Mula Putra bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di dua titik, Jumat (4/11/2016).

Sosialisasi Germas itu bertempat di Aula Pemda Pesawaran dan di Kampus STIMIK Gisting, Tanggamus dengan diikuti ratusan warga dari dua kabupaten itu.

Dalam sosialisasi itu, Frans Agung mengajak masyarakat Pesawaran dan Tanggamus untuk melakukan gerakan hidup sehat.

Menurut dia gerakan masyarakat hidup sehat itu banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan masyarakat. Apalagi ini menjadi program nasional dan harus digalakkan.

“Mari biasakan makan makanan yang mempunyai asupan gizi banyak. Dengan kita biasakan melakukan pola hidup sehat. Dan itu akan bermanfaat bagi kita, keluarga dan lingkungan,” ujar dia.

Dilanjutkan dia, dalam melakukan pola hidup sehat dengan baik harus dilakukan secara terstruktur dan masif. Karena timbulnya penyakit itu disebabkan oleh pola perilaku hidup yang tidak sehat.

“Program hidup sehat akan berjalan dengan baik jika perilaku diri kita dilakukan secara teratur. Hidup sehat adalah untuk kita juga bukan hanya untuk lingkungan keluarga tapi juga untuk masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya mengajak kepada masyarakat untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Sehingga masyarakat paham bagaimana menjaga kesehatan itu.

“Pola hidup sehat ini harus kita sosialisasi kan ke masy dan program ini harus ditingkatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat yg ada di pelosok. Sehingga arti pola hidup sehat dapat di mengerti oleh masyarakat,” tuturnya

Untuk itu, dirinya menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah daerah dan masyarkat dalam melakukan peningkatan kesehatan masyarakat di Lampung.

Disini lain, Kepala Pusat Litbang Kemenkes, Drg Agus Suprapto, M.Kes mengatakan selama hampir dua puluh tahun, penyebab terbesar kesakitan dan kematian berada pada penyakit yang tidak menular.

“Sejak tahun 1990 hingga sekarang penyebab terbesar kesakitan dan kematian ada di penyakit tidak menular, yakni tekanan darah tinggi, stroke, jantung, kanker, dan kencing manis,” terangnya.

Menurut dia, hal itu terjadi karena adanya perubahan pola pemyakit terkait dengan pola perilaku manusia.

“Penyakit tidak menular perlu dicegah melalui gerakan masyarakat. Yakni Harus dilakukan secara preventif dan masif,” ucapnya.

Sementara hal sama juga disampaikan DR Ekowati Ajengningsih, SKM, MKes, Peneliti Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Kemenkes.

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS karena BPJS ini memberikan manfaat yang banyak.

“Dana BPJS ini tersedot banyak oleh penyakit kronis seperti Jantung, cuci darah, stroke. Maka mari kita melakukan gerakan pola hidup sehat.

Dengan menerapkan pola hidup sehat, maka potensi penyakit kronis seperti, jantung, stroke, kanker, diabetes yang berpotensi menyedot uang BPJS akan tertekan. Sehingga BPJS dapat bermanfaat bagi penyembuhan penyakit yang lainnya.

“Penykit penyakit yang menghabiskan uang banyak adalah penyakit penyakit yang potensi kematianny tinggi, seperti ginjal, struk, jantung. Ini yg potensi kematiannya tinggi walau tidak menular,” katanya lagi.

Dan saat ini, lanjutnya, Kemenkas hanya melakukan inisiasi dengan melakukan kampanye makan buah, sayur. Sehingga dapat mencegah penyakit yang berpotensi kematiannya tinggi.

Diketahui, dalam melakukan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, (Germas) ke masyarakat. Panitia terlebih dahulu melakukan makan buah bersama.

Selain itu juga melakukan tanda tangan dukungan atas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *