SDN 1 Gunung Sakti Terus Komitmen Jadi Sekolah Rujukan

HARIANFOKUS.com – Sejak ditunjuk melalui surat keputusan (SK) sebagai Sekolah Dasar (SD) Pembina atau Rujukan untuk Kabupaten Tulangbawang pada tahun 2014-2015 lalu oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Sekolah Dasar, SDN 1 Gunung Sakti, Kecamatan Menggala terus melakukan berbagai kegiatan. Inovasi pembelajaran dan mendiseminasikan pengalaman hasil-hasil kinerja terbaik ke sekolah-sekolah lain, Minggu, (6/11).

Yang mana hal ini dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 1 Gunung Sakti, Mardalena sebagai tindak lanjut program dari Kemendikbud RI. Dia berharap, sebagai salah satu sekolah percontohan pertama ditingkat dasar, sudah seharusnya mengoptimalkan dan menjalani amanat yang diberikan.

Mardalena menyampaikan bahwa, setelah resmi ditetapkan sebagai sekolah rujukan atau percontohan pihaknya terus melakukan pembenahan berbagai potensi. Seperti prestasi, kreatifitas, disiplin, hingga sampai melakukan kerja sama guru-wali murid yang dengan maksud tujuan memuaskan semua element terkait.

“Hingga saat ini SDN 1Gunung Sakti terus berkomitmen memberikan yang terbaik, untuk itu upaya dukungan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tuba diharapkan terus menerus tidak henti-hentinnya, sehingga apa yang di harapakan semua pihak dapat selalu tercapai,” ungkap Mardalena.

Dilanjutkannya, meski terkadang berat menyandang status sekolah rujukan, namun tetap terus dijalankan sesuai program yang diberikan Kemendikbud RI, yakni dalam hal penanaman budi pekerti dan karakter siswa, serta tentunya merangkul wali murid.

“Seperti contoh, saat ini, pukul 07.00 WIB, proses belajar mengajar harus telah di mulai, artinya hal ini butuhnya kesadaran wali murid dengan kemauan agar anak-anak peserta didik tidak terlambat bersekolah. Selain itu juga sering mengundang wali murid, untuk tujuan agar dapat mengetahui, melihat sejauh mana perkembangan anak-anaknya, dan hal ini tidak akan mampu dilakukan tanpa kerja sama seluruh lini,” imbuh Mardalena.

Untuk itu, Kedepan, Mardalena berharap agar pemerintah setempat dapat memberikan support yang lebih luar biasa lagi dari pada sebelumnya kepada sekolah yang dipimpinnya. Sehingga dapat mendongkarak semangat kepada sekolah lain agar memberikan pendidikan yang maksimal kepada muridnya.

“Selain itu juga, saya berharap agar kegiatan Polisi Cilik (Pocil) dapat dilakukan karena pihak wali murid dan sekolah sangat mendukung kegiatan Pocil. Dan juga mudah-mudahan kedepan peningkatan sarana prasarana dapat diberikan, mengingat di SDN 1 Gunung Sakti, proses belajar mengajar ada yang siang dan sore, dikarenakan tidak ada lahan, maka dari itu harapan program pemerintah untuk sekolah yang tidak ada tanah dan lahan akan di tingkatkan dapat dilakukan di SD Negeri 01 Gunung Sakti,” harap Mardalena.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tuba, M Firsada, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Tuba, Yenni Nugraheni mengatakan, pihaknya berharap kedepan tumbuh banyak lagi sekolah yang menjadi percontohan.

“Dalam upaya untuk memanjukan sekolah menjadi sekolah rujukan kepala sekolah harus berani dan berkomitmen kuat, meski nantinya akan begitu banyaknya tantangan yang dihadapi. Bahkan ada penolakan dari wali siswa, karena dengan penerapan sekolah rujukan atau pembina, aturan harus dipenuhi, kepala sekolah tidak perlu takut mengajukan sekolahnya menjadi sekolah rujukan kepada pemerintah,” jelas Yenni Nugraheni.

Sebab, Lanjut Yenni, seiring berjalannya waktu, seperti contoh SDN 1 Gunung Sakti, pasti dapat berjalan dengan mengikuti aturan, tanggung jawab dan konsekuensi, sehingga harapannya kedepan sekolah lain dapat mengikuti jejak rekam SDN 1 Gunung Sakti.

“Untuk melakukan hal demikian, kepala sekolah harus bekerja sama dengan semua unsur, sebab, kepala sekolah adalah garda terdepan untuk mendidik peserta didik hingga maksimal, keterampilan kemampuan, dan punya ahlak dan etika yang mampu dijalankan. Untuk itu, jika sekolah yang ingin menjadi sekolah Rujukan atau sekolah pembina, harus melakukan syarat tersebut,” pinta Yenni Nugrheni.
Masih kata Yenni Nugraheni, sekolah rujukan menjadi sangat penting. Dan tentunya untuk mewujudkan hal tersebut harus ada kerjasama wali murid dengan pihak sekolah.

“Dengan kunci kepala sekolah harus bisa menumbuhkan rasa memiliki kemampuan berbuat yang terbaik, jangan sampai dihadapkan dengan masalah langsung terpancing dan membuat kondisi semakin tidak stabil,” terangnya.

“Menjadi sekolah rujukan sangat bermanfaat, tinggal kepala sekolah mencocokkan dengan sekolahnya. Sekolahnya harus mempunyai visi dan misi yang jelas, dan tentunya terperogram,” tandasnya. (saidi)

 

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *