58 views

Kejagung Resmi Garap Nunik

HARIANFOKUS.com – Sejumlah rekanan tergabung dalam Ikatan Kontraktor (Ikon) Lamtim didampingi LSM Genta Lamtim resmi melaporkan bupati setempat Chusnunia Chalim alias Nunik ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (11/11).

Juru bicara Ikon Lamtim, Mukaram Sanjaya mengatakan, dirinya berterimakasih kepada Kejagung yang merespon baik atas laporan pihaknya terhadap indikasi KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) proyek DAK APBD-P 2016 senilai Rp 93 M yang diduga kuat melibatkan Nunik.

“Alhamdulillah hari ini kami resmi melaporkan bupati ke Kejagung dan sudah diterima laporannya, ” kata dia usai menyerahkan laporan ke Kejagung.

Rekanan yang sudah melaporkan Nunik ke Kejati Lampung, KPPU RI, dan LKPP sambung Mukamram diharapkannya, Kejagung dapat bergerak cepat memproses laporan tersebut, mengingat sebentar lagi memasuki pembahasan APBN 2017.

“Kasus ini tidak boleh terjadi lagi, jangan sampai kasus seperti ini terjadi lagi 2017. Makanya, kami meminta Kejagung untuk segera menindaklanjuti laporan ini,” ujarnya.

Mukaram juga memastikan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga usai. Dia mendeadline Kejagung seminggu untuk memproses laporan.

“Kami siap unjuk rasa ke Kejagung bila tidak ada respon atas kasus ini,” tegasnya.

Kabid Hubaga Pos PPH dan PPM Kejagung RI, Retna yang menerima pihak rekanan mengatakan, laporan yang diterima akan segera diteruskan ke pimpinan.

“Ya, laporannya sudah kami terima dan aegera ditindaklanjuti dan dilaporkan ke pimpinan. Nanti tergantung esensinya, kalau pidum ke pidum, kalau pidsus ke pidsus,” kata dia.

Jaksa fungsional ini mengatakan untuk pelapor agar dapat terus mengetahui perkembangan laporan bisa menghungi Kejagung langsung.

“Bisa telepon kami kalau sudah seminggu tidak ada perkembangan. Sekarang data-data yang diberikan akankami pelajari dulu,” terangnya.

Seperti diberitakan, Bupati Lamtim Chusnunia Chalim alias Nunik dilaporkan ke Kejati karena diduga telah melakukan KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dengan melakukan intervensi dan intimidasi kepada Kadis PU Lamtim, Sahmin Saleh, terkait proyek APBDP 2016 yang berkenaan dengan paket atau proyek pekerjaan pada Dinas PU Lamtim yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sejumlah Rp 93 M.

Kadis PU Lamtim Sahmin Saleh, melalui mengaku jika dirinya tidak difungsikan terhadap proses lelang dan pembagian proyek tersebut, bahkan paket pekerjaan pada dinas yang dipimpinnya sudah habis dibagikan kepada orang-orang PKB.

Tidak sampai di situ, Kadis PU juga mengaku jika dirinya sering diancam oleh beberapa orang yang mengaku sebagai utusan Bupati Lamtim dengan sikap arogan. Mereka mengancam akan mencopot jabatannya, serta meminta agar segala bentuk lelang proyek DAK diserahkan kepada bupati. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *