Unila Bantu Pulihkan Industri Sale Pisang

HARIANFOKUS.com – Membludaknya produksi pisang di Desa Sukajawa , Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah memberikan ide bagi  sebagian warga yang tergabung dalam kelompok ibu-ibu Aisyah Majelis Ekonomi dan Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Mawar Biru untuk memanfaatkan pisang jenis Siam.

“Jumlah pisang yang banyak, diolah menjadi kudapan nikmat yaitu sale pisang. Namun, sale pisang yang dihasilkan masih belum memiliki kualitas yang bagus sehingga tidak mampu bersaing di pasaran.  Di samping itu, pada musim hujan, produksi sale terhenti karena tidak ada panas matahari,” kata Ketua Tim Pengabdian Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Unila, yang juga dosen THP Fakultas Pertanian Unila, Rabu (23/11).

Pihaknya, melihat beberapa kendala yang dihadapi masyarakat setempat dalam hal pengelolaan sale pisang. Maka tim Pengabdian Unila melalui jalur pengabdian IbM ( Iptek Bagi Masyarakat) membantu memecahkan permasalahan
yang dialami masyarakat Kelompok Industri Rumah Tangga Sale Pisang Goreng di Desa Sukajawa, Kec Bumi Ratu Nuban, Lamteng. Dana untuk menjalankan program tersebut berasal dari Kemenristekdikti.

Tim pengabdian tersebut terdiri dari Fibra Nurainy dan Erdi Suroso yang merupakan dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian dan Fakultas Pertanian di Unila.

“Kegiatan pengabdian yang berlangsung sejak Juli 2016 hingga November 2016 lalu, tim melakukan penyuluhan dan pelatihan yang meliputi pengolahan sale pisang, pemilihan bahan baku, pengemasan bahan pangan dan analisis usaha,”ujar dia.

Pada kesempatan itu pula, tim juga memberikan beberapa bantuan sarana dan prasarana berupa oven pengering sale pisang, spinner, kompor tenno,  sealer dan peralatan memasak. Kegiatan penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan usaha pun dilakukan oleh Tim Pengabdian.

Beberapa dampak positif  terlihat dari kegiatan pengabdian tersebut,  yaitu dari beberapa aspek diantaranya aspek produksi, mutu sale menjadi lebih baik dengan bentuk yang lebih menarik dan bervariasi, kemasan juga lebih baik dengan menggunakan kemasan pouch berlabel, tidak terdapat kendala pada proses pengeringan sale pada musim hujan karena adanya bantuan oven pengering,  dan kendala ketengikan pada makanan gorengan dapat diatasi dengan adanya spinner.

Dalam aspek manajemen, mitra dapat melakukan analisis finansial usahanya sehingga dapat menetapkan harga produk yang sesuai dengan pasaran dengan tetap mendapatkan keuntungan,

Aspek pemasaran pun semakin berdampak baik.  Mitra mendapat kesempatan untuk memperluas jaringan pemasaran dengan perbaikan produk sale pisang yang mampu bersaing di pasaran.

“Kami berharap, masyarakat semakin bisa berinovasi untuk meningkatkan produksinya,” tandasnya. (*/win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *