213 views

Ulangan Itu Menyenangkan

SEPULANG dari sekolah Senin kemarin, wajah Gilang terlihat sumringah. Bungah. Ceria. Padahal dia baru saja mengikuti ulangan hari pertama di sekolahnya.

“Mudah ya dek materi ulangannya, makanya pulang dengan wajah ceria gini!” sapa Dinda begitu Gilang masuk rumah.

“Encer, mbak! Alhamdulilah! Walau enggak sempat belajar berlama-lama, tapi adek bisa ngejawab soal-soal dalam ulangan tadi!” sahut Gilang sambil bergegas ke meja makan setelah menaruh tasnya.

“Jangan nganggap enteng ulangan, dek! Walau adek pede bisa ngerjain soal dengan baik tapi tetap harus cermat lo! Jangan ke-pede-an yaa..!”

“Ya enggaklah, mbak! Adek enggak pernah anggap enteng, juga enggak ke-pede-an kok! Optimis dan pede biasa-biasa aja kok, mbak!”

“Kunci ngejawab soal ulangan dengan enteng itu apa, dek! Mbak kan sering kehilangan pede kalau pas ulangan?!” tanya Dinda.

“Dibawa seneng aja, mbak! Dibuat ulangan itu sesuatu yang menyenangkan, bukan mahluk yang menakutkan!” ucap Gilang sambil mulai mengunyah makan siang.

“Enak aja adek ngomong! Semua anak sekolah juga nganggap yang namanya ulangan itu sesuatu yang menakutkan, dek! Cuma adek aja yang berpendapat aneh kayak gini!”

“Itu yang salah, mbak! Ulangan itu kan mengulang pelajaran yang pernah diajarkan guru kan? Bukan sesuatu yang mendadak munculkan? Jadi ya enggak usah dikhawatirkan, dibuat jadi menakutkan! Nyantai aja ngadepin ulangan itu, mbak! Tinggal buka buku lagi, baca lagi pelajaran sebelumnya dengan cermat-cermat! Konsentrasi, tinggalin gadgetnya sesaat!” urai Gilang.

“Tapi kan kenyataannya, kalau anaknya lagi ulangan, para ortu yang malah belingsatan, dek! Sampai ada yang enggak enak makan, enggak enak tidur, mikirin bisa enggak anaknya ngerjain soal-soal saat ulangan!” ketus Dinda.

“Itu pemahaman yang salah, mbak! Itu yang harus dibenahi di alam pikir para ortu! Bahwa anak amat butuh perhatian, kasih sayang dan doa, itu bener, mbak! Tapi jangan ditunjukin kekhawatiran pada kita-kita yang mau ulangan, jadinya malah kita kehilangan percaya diri! Bawalah anak-anak kayak kita-kita ini dalam suasana menyenangkan saat menghadapi ulangan, ini yang harus ditumbuhsuburkan didunia para ortu, mbak! Rubah alur pikirnya!”

“Jadi harus dikembangkan kalau ulangan itu sebenarnya menyenangkan ya, karena mengulang yang sudah diketahui sebelumnya, gitu ya dek?!”

“Iya, harus gitu, mbak! Memang enggak mudah memahami apalagi melakoninya, mbak! Tapi ya harus begitu! Setiap kita menghadapi ulangan atau ujian, bawalah dalam suasana yang menyenangkan, karena semua itu tinggal mengulang saja, enggak perlu repot-repot melahirkan sesuatu yang baru!” kata Gilang lagi.

“Contoh ulangan yang sedang gumek dibicarakan apa, dek?!” tanya Dinda.

“Soal pelepasan aset Way Dadi, mbak! Masih ingat enggak! Saat mau pilgub 2014, pasangan Ridho-Bakhtiar kan gelar wayangan semalam suntuk di jalan dua jalur wilayah Way Dadi, setelah bolak-balik cari lokasi karena enggak diizinin sang penguasa di kota ini! Mbak inget enggak itu?!”

“Iya inget, dek! Terus apa kaitannya?!

“Begini, saat memberi sambutan, Om Ridho waktu itu bilang kalau dia jadi gubernur, mau bantu rakyat setempat benar-benar dapatkan haknya sebagai pemilik tanah! Nah, kini, sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku, Om Ridho dan Dewan, sudah ambil langkah-langkah untuk mewujudkan apa yang waktu itu disampaikan! Jadi ibarat pernyataannya waktu itu sebuah pelajaran, sekarang ulangannya, menunjukkan kesungguhannya dalam mempelajari kehidupan rakyat Way Dadi! Karena itu, semestinya ya diterima dalam suasana menyenangkan! Bukan dengan kekhawatiran dan keberatan!” urai Gilang.

“Masalahnya kan pakai sistem lelang itu, dek! Itu memberatkan rakyat, selain itu berkembang rumor sudah banyak yang diam-diam mematok lahan!” kata Dinda.

“Mbak, kalau apapun itu dilakukan sesuai ketentuan, pasti akan menyenangkan! Jadi ya tinggal kita aja, bisa enggak keluar dari pemikiran bahwa ulangan itu menakutkan diubah menjadi menyenangkan! Disini warga Way Dadi tengah diuji!” (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *