Gubernur Minta NU Lampung Kritis Terhadap Aturan yang Longgar Atasi Terorisme

HARIANFOKUS.com – Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo minta NU Lampung untuk melakukan kajian-kajian secara cermat terhadap berbagai ketentuan peraturan pemerintah yang dirasa longgar dalam upaya membentengi kehidupan masyarakat dari praktik-praktik aksi terorisme dan faham-faham garis keras yang dapat mengancam kerukunan umat beragama khususnya dan stabilitas daerah.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Ridho Ficardo saat menerima PW NU Lampung di ruang kerjanya, Rabu (14/12) petang. PWNU Lampung yang bersilaturahmi dengan gubernur diantaranya Ketua Syuriah KH Muhsin Abdillah, Ketua Tanfidziyah KH RM Soleh Bajuri, Mustasyar H Fajrun Najah Ahmad, Sekretaris PWNU Aryanto Munawar, Wakil Ketua Tanfidziyah Juwendra Asdiansyah dan Teguh Wibowo serta sekitar 10 pengurus lainnya.

Ridho Ficardo yang didampingi beberapa pejabat Pemprov Lampung, menyatakan hendaknya PWNU terus melakukan aktivitas yang mampu meredakan berkembangnya faham-faham yang mampu mengoyak kesatuan dan persatuan umat.

“Jaga terus kerukunan umat beragama di daerah kita dengan baik. Besar harapan saya, NU mampu menjadi stabilisator dan motivator kehidupan beragama yang baik di provinsi ini,” kata Ridho.

Ridho juga minta PWNU mampu memberikan kajian terhadap peraturan-peraturan yang dirasa dapat menjadi celah bagi berkembangnya faham-faham radikal di masyarakat.

“Saya harapkan masukan NU kedepannya. Jadi kita bisa sama-sama terus menjaga kehidupan beragama yang baik di daerah ini,” sambung Ridho.

Rais Syuriah PWNU Lampung KH Muhsin Abdillah menyatakan warga nahdliyin se-Lampung akan selalu menjaga soliditas kehidupan beragama dengan baik. Ia menambahkan, permintaan gubernur akan ditindaklanjuti PWNU Lampung melalui lembaga otonom yang ada.

Sementara Ketua Tanfidziyah PWNU Lampung KH Soleh Bajuri mengharapkan kehadiran Gubernur Ridho Ficardo pada acara lailatul ijtima yang akan dilaksanakan Minggu (18-12) malam di kantor PWNU Lampung, di Jln Cut Meutia, Telukbetung.

“Kami berharap, pak gubernur bisa bersama-sama dengan warga nahdliyin memanjatkan doa pada acara tersebut,” kata Soleh Bajuri. Menanggapi harapan tersebut, Ridho menyatakan: “Insyaallah, bila tidak ada halangan, saya akan hadir,” tutupnya. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *