Harapkan Zakat Maksimal, Baznas Tuba Gelar Sosialisasi Pemetaan Potensi Zakat

HARIANFOKUS.com– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tulangbawang, melakukan sosialisasi bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk bertukar fikiran mencari solusi sekaligus memetakan potensi zakat pada pada mustahik di 15 Kecamatan Se-Kabupaten berjuluk Sai Bumi Nengah Nyappur ini.

Kegiatan sosialisasi ini dilangsungkan di lantai II, ruang rapat pemkab setempat, Jl. Cemara, Lingkungan Gunung Sakti, Kecamatan Menggala, dengan dihadiri Pelaksana Tugas Bupati Tuba, Rimir Mirhadi yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Tuba, Sobri, yang sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan sosialisasi.

Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tuba, Karwito, dan selaku moderator, Sanusi yang juga dari Kantor Kementrian Agama, perwakilan Baznas Provinsi, Afif manaf, Ketua Baznas Tuba, Muhazir.

Dalam kegiatan Pemkab Tuba bersama Baznas melakukan sosialisasi pemetaan potensi zakat pada muzaki, dan pemetaan kantong kemiskinan pada mustahik di kecamatan se-kabupaten Tuba ini pula dihadiri sejumlah pejabat eselon I, II, III dan IV di lingkup Pemkab setempat, sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Sekda Tuba, Sobri, sebelum secara resmi membuka sosialisasi zakat menyampaikan bahwa betapa pentingnya berzakat, karena barang siapa yang berzakat Allah Swt akan membalasnya dengan berlipat ganda.

“Zakat merupakan posisi penting dan strategis bukan hanya untuk individu melainkan pula bermakna sosial, sebagai instrumen keadilan dengan memberikan sebagian harta untuk menolong orang-orang yang tidak mampu dan sekaligus dapat mengentaskan angka kemiskinan. Untuk itu, dengan pemetaan yang dilakukan oleh Baznas ini, mudah-mudahan penyaluran zakat dapat lebih optimal lagi, serta pada hakekatnya keberadaan zakat dapat benar-benar bermanfaat,” jelas Sobri.

Sementara itu, ditempat yang sama, perwakilan Baznas Provinsi Lampung, Afif Manaf, mengatakan bahwa sistem Baznas mengelola zakat termotivasi dari sistem yang transparan sehingga harapannya masyarakat maupun pihak terkait berminat untuk berzakat.

“Alhamdulilah tentu sejauh mana Baznas Provinsi Lampung melakukan sistem yang teratur, salah satunya seperti memberikan bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu yang membutuhkan bantuan dan juga mahasiswa yang tidak mampu, seperti uang tunai sejumlah Rp.700 ribu perbulan sampai lulus, bahkan hingga saat ini ada mahasiswa di beberapa universitas yang ada di Provinsi Lampung, itu tanggung jawab Baznas,” kata Afif Manaf.

Lanjut Afif Manaf, selain itu Baznas juga memberikan dana produktif pengembangan kambing dan sayuran untuk dikembangkan, sehingga hasilnya nanti kelak dapat membantu masyarakat yang mengalami kesusahan dan membutuhkan bantuan.

“Inilah tujuan sosialisasi zakat, nantinya setelah sosialisasi, Baznas kabupaten sudah dapat memberikan pemetaan yang akan dapat menjadi modal perencanaan kedepan, karena Baznas Provinsi dan kabupaten sudah mempunyai perencanaan kegiatan operasional zakat,” ucap Afif Manaf.

Sedangkan menurut Ketua Baznas Kabupaten Tuba, Muhazir, saat ditemui usai rapat mengatakan tujuan dari digelarnya sosialisasi tersebut adalah untuk menggungah hati masyarakat akan pentingnya zakat, mengarahkan masyarakat mencapai kesejahteraan baik fisik maupun non fisik melalui pendayagunaan zakat, meningkatkan status mustahik menjadi muzaki melalui pemulihan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengembangan ekonomi masyarakat.

“Mengembangkan budaya, memberi lebih baik dari menerima dikalangan mustahik, mengembangkan manajemen yang amanah, profesional dan transparan dalam mengelola zakat, sehingga saya harap seluruh pihak tidak perlu ada kata ragu lagi jika ingin berzakat melalui Baznas,” tutup Muhazir. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *